Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hindari Macet, Pemudik Padati Jembatan Cirahong Saat Arus Lebaran

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 18 Maret 2026 | 15:15 WIB

Jembatan Cirahong.
Jembatan Cirahong.

RADARBANYUWANGI.ID - Sejumlah pemudik sepeda motor memilih melintasi jalur alternatif di Jembatan Cirahong, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, guna menghindari kepadatan lalu lintas di jalur utama selama arus mudik Lebaran.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan roda dua melintas secara bergantian di jembatan tersebut. Hal ini disebabkan oleh lebar jalur yang terbatas sehingga tidak memungkinkan kendaraan melaju bersamaan dari dua arah.

Salah satu pemudik, Yudhi Sthianasaputra, mengaku sengaja memilih rute tersebut karena dinilai lebih lancar dibandingkan jalur utama. “Jalurnya enak, tidak macet. Saya berangkat sekitar jam tujuh pagi dan perjalanan kira-kira lima jam,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ridwan, pemudik yang melakukan perjalanan dari Ciamis menuju Tasikmalaya. Ia menilai jalur tersebut lebih efisien untuk memangkas waktu tempuh. “Ini jalur alternatif. Lebih mudah dan bisa mengurangi kemacetan,” katanya.

Pemudik lainnya, Muliyadi, juga mengaku kerap menggunakan rute ini saat bepergian ke Tasikmalaya. “Kalau lewat kota biasanya lebih padat. Lewat sini lebih cepat,” ungkapnya.

Mengutip informasi dari media sosial resmi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Jembatan Cirahong merupakan bagian dari jalur kereta api Warung Bandrek–Cilacap yang dibangun pada tahun 1893 pada masa kolonial Hindia Belanda.

Jembatan ini membentang di atas Sungai Citanduy yang menjadi batas alami antara wilayah Tasikmalaya dan Ciamis, sekaligus berfungsi sebagai penghubung kedua daerah tersebut.

Keunikan utama Jembatan Cirahong terletak pada sistem lalu lintas gandanya. Bagian atas digunakan sebagai lintasan kereta api, sementara bagian bawah dimanfaatkan sebagai jalur kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor para pemudik.

Secara struktur, jembatan ini memiliki rangka baja berbentuk kisi huruf X yang tersusun menyerupai jajaran genjang, dengan penopang beton di kedua ujung serta dua pilar di bagian tengah.

Hingga kini, Jembatan Cirahong tidak hanya menjadi jalur transportasi penting, tetapi juga tetap berdiri sebagai salah satu peninggalan infrastruktur kolonial yang masih aktif digunakan di wilayah selatan Jawa Barat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#lebaran #jembatan cirahong #tasikmalaya #mudik