RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih menyediakan puluhan ribu tiket kereta api dengan program diskon bagi masyarakat yang ingin mudik. Hingga H-6 Lebaran, tercatat masih ada sekitar 63 ribu kursi kereta api kelas ekonomi komersial yang belum terjual di wilayah operasional Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.
Program potongan harga ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah berupa diskon tiket kereta api sebesar 30 persen. Kebijakan tersebut berlaku untuk periode keberangkatan 14–29 Maret 2026 khusus untuk kelas ekonomi komersial.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, secara nasional tersedia sekitar 1,2 juta tempat duduk dalam program diskon tersebut.
“Khusus Daop 1 Jakarta terdapat 329 ribu tempat duduk kelas ekonomi komersial. Sisa tempat duduk (data terbaru per 15 Maret 2026) 63 ribu seat (tempat duduk),” ujar Franoto di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April mendatang. Selama periode tersebut, Daop 1 Jakarta menyediakan kapasitas total sebanyak 1.076.196 kursi.
Dari jumlah itu, hingga pertengahan Maret tercatat sudah ada 705.727 tiket yang terjual. Artinya, masih tersedia sekitar 368.123 kursi untuk berbagai perjalanan kereta api jarak jauh.
Franoto menyebutkan, tingkat keterisian atau okupansi sementara kereta api jarak jauh berada pada kisaran 66 persen.
“Rata-rata okupansi atau tingkat keterisian kursi kereta api jarak jauh sementara ini berkisar pada level 66 persen,” katanya.
Sejak dimulainya masa Angkutan Lebaran pada 11 Maret hingga 15 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Jakarta tercatat mencapai 227.911 orang. Sementara penumpang yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 114.661 orang.
Pada hari ini saja, volume penumpang yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah tersebut mencapai 52.008 orang. Adapun jumlah penumpang yang tiba tercatat sebanyak 25.454 orang.
Stasiun Pasar Senen menjadi titik keberangkatan paling padat dengan 19.745 penumpang. Disusul Stasiun Gambir sebanyak 16.528 penumpang dan Stasiun Bekasi 6.941 penumpang.
Sementara untuk kedatangan penumpang, tercatat 9.421 orang tiba di Stasiun Pasar Senen, 5.633 orang di Stasiun Gambir, dan 4.433 orang di Stasiun Bekasi.
Untuk menjaga kelancaran arus mudik, KAI menyiapkan puluhan perjalanan kereta api setiap hari dari stasiun utama di Jakarta.
Di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen masing-masing tersedia 68 perjalanan kereta api reguler setiap hari. Selain itu, KAI juga mengoperasikan perjalanan tambahan, yakni 12 perjalanan dari Stasiun Gambir dan tujuh perjalanan dari Stasiun Pasar Senen.
Franoto mengungkapkan, sejumlah kereta api menjadi favorit penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir, seperti Pandalungan, Argo Semeru, Gunungjati, Cakrabuana, Pangandaran, dan Batavia.
Sementara dari Stasiun Pasar Senen, kereta api Bengawan, Airlangga, Serayu, Kertajaya, Jayakarta, dan Progo menjadi pilihan utama masyarakat.
“Sementara KA favorit keberangkatan Stasiun Pasar Senen meliputi Bengawan, Airlangga, Serayu, Kertajaya, Jayakarta, dan Progo,” kata Franoto.
Editor : Lugas Rumpakaadi