RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mengambil langkah antisipatif guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api selama masa angkutan Lebaran 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar inspeksi mendadak (sidak) berupa tes narkoba bagi petugas operasional kereta api maupun pekerja di lingkungan stasiun.
Pemeriksaan tersebut dilakukan secara acak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kegiatan ini menyasar Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) yang bertugas langsung dalam operasional perjalanan kereta api.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa tes narkoba mendadak dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Crew Stasiun Semarang Poncol pada Sabtu (14/3/2026).
“Dengan adanya kegiatan pemeriksaan tes narkoba ini, KAI Daop 4 Semarang memastikan bahwa petugas yang berdinas betul-betul dalam kondisi sehat dan tidak memiliki pengaruh terhadap penyalahgunaan narkotika, karena mereka adalah garda terdepan perusahaan yang melayani pelanggan secara langsung,” ujar Luqman.
Tes tersebut diikuti oleh berbagai unsur petugas operasional, mulai dari masinis, asisten masinis, kondektur, teknisi kereta api, Polsuska, prama dan prami, petugas kebersihan, hingga petugas perlintasan serta pekerja lainnya di stasiun.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan menggunakan alat tes urine dengan enam parameter utama untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika. Parameter tersebut meliputi Amphetamine (AMP), Morphine/Opiate (MOP), Marijuana (THC), Cocaine (COC), Methamphetamine (MET), serta Benzodiazepine (BZD).
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta yang mengikuti tes dinyatakan negatif dari kandungan narkotika. Hal ini menegaskan bahwa para petugas di wilayah Daop 4 Semarang berada dalam kondisi bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Luqman menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan di seluruh wilayah Daop 4 Semarang secara rahasia dan acak.
“Keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas perusahaan. Oleh karena itu, setiap petugas yang bertugas harus dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Tes narkoba ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan bahwa tidak ada petugas yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi