RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember memastikan kesiapan menyeluruh dari sisi sarana dan prasarana menjelang Angkutan Lebaran 2026.
Seluruh armada telah melewati uji kelayakan resmi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Balai Teknik Perkeretaapian, sementara petugas khusus ditempatkan di titik-titik rawan bencana sepanjang jalur.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan hasil ramp check yang telah dilaksanakan.
Sebanyak 11 lokomotif dinyatakan layak operasi, terdiri dari lokomotif dinas dan cadangan, serta sekitar 109 kereta juga telah lulus uji dan siap dioperasikan selama periode mudik.
"Dari hasil uji itu tentunya 11 lokomotif dinyatakan layak operasi. Selanjutnya kurang lebih 109 sarana kereta juga sudah dilakukan uji dan layak untuk beroperasi. Jadi untuk kesiapan sarana tidak ada problem lagi," ujar Cahyo, Rabu (11/3/2026).
Di sisi prasarana, selain penambahan 107 petugas penjaga perlintasan sebidang dan 19 penilik jalur ekstra, KAI Daop 9 Jember juga menempatkan personel khusus di empat Daerah Pengawasan Khusus (Dapsus).
Keempat titik tersebut berlokasi di Pasuruan, dua titik di Jember, dan Banyuwangi, dengan fokus utama pada jembatan dan terowongan Mrawan-Garahan yang memiliki potensi longsor cukup tinggi.
"Khususnya tiga ini di jembatan dan terowongan Mrawan-Garahan. Memang potensi longsor di daerah-daerah tersebut cukup tinggi sehingga kami melakukan penebalan dengan menempatkan, delapan petugas di empat titik rawan tersebut," jelas Cahyo.
Editor : Lugas Rumpakaadi