RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memperkuat sistem pengamanan infrastruktur sebagai fondasi keselamatan perjalanan kereta api.
Langkah ini tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus mudik dan balik, tetapi juga pada mitigasi risiko di tengah potensi peningkatan volume perjalanan.
Wilayah kerja Daop 8 Surabaya mencakup 578,396 kilometer spoor dengan 1.118 unit jembatan yang terdiri atas Kelas I, II, dan III.
Seluruh aset tersebut menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh Unit Jalan Rel dan Jembatan melalui pendekatan perawatan rutin, preventif, dan korektif.
Strategi berlapis ini dirancang untuk menekan potensi gangguan operasional sejak tahap awal.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga standar keselamatan.
“KAI melaksanakan pemeriksaan dan pemeliharaan secara intensif, baik rutin maupun preventif, pada seluruh lintas, termasuk jalan rel, jembatan, serta bangunan pelengkap lainnya,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan bahwa setiap komponen diperiksa detail guna memastikan jalur aman dilalui selama periode Lebaran.
Selain inspeksi berkala, frekuensi pemeriksaan jalur ditingkatkan, termasuk pengawasan di enam Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS).
Personel siaga juga ditempatkan di perlintasan sebidang tidak terjaga dengan lalu lintas padat serta titik strategis lainnya.
Secara total, 1.013 petugas disiapkan, terdiri atas 856 personel reguler dan 157 petugas ekstra yang meliputi PPJ, PJL, dan PJD tambahan.
Dukungan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) pun diposisikan di lokasi strategis guna mempercepat respons terhadap gangguan.
“KAI berkomitmen memastikan seluruh prasarana, peralatan, serta personel dalam kondisi siap siaga 24 jam,” pungkas Mahendro.
Editor : Lugas Rumpakaadi