Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kunjungan Wisatawan Pantai Pulau Merah Banyuwangi Turun Drastis Saat Ramadan, Pengelola Siapkan Strategi Sambut Libur Lebaran 2026

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 26 Februari 2026 | 01:30 WIB

LENGANG: Pantai Pulau Merah di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran sepi pengunjung Rabu (25/2/3).
LENGANG: Pantai Pulau Merah di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran sepi pengunjung Rabu (25/2/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Memasuki bulan suci Ramadan, tingkat kunjungan wisatawan ke Pantai Pulau Merah Banyuwangi mengalami penurunan signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Situasi ini dimanfaatkan pengelola untuk berbenah dan mempersiapkan berbagai kebutuhan guna menyongsong lonjakan wisatawan saat libur panjang Idul Fitri mendatang.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Genteng, kawasan pantai yang berada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Rabu (25/2) tampak cukup lengang. Hanya terlihat beberapa pengunjung menikmati suasana pantai.

Photo
Photo

Tidak ada keramaian seperti yang biasa terlihat pada akhir pekan atau musim liburan.

Hamparan pasir cokelat khas Pulau Merah terlihat lebih lapang. Di sepanjang pesisir, tidak tampak wisatawan bermain air.

Saat sore hari, suasana relatif tenang. Beberapa anak terlihat bermain bola dan berselancar.

Mayoritas merupakan warga sekitar yang memanfaatkan waktu ngabuburit di tepi pantai.

Supervisor PT Perhutani Alam Wisata (Palawi), Sajid, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah wisatawan selama Ramadan merupakan fenomena rutin setiap tahun.

“Biasa kalau bulan puasa seperti ini, okupansinya turun,” ujarnya.

Turun Lebih dari 40 Persen

Menurut Sajid, pada momentum Ramadan kali ini jumlah pengunjung Pulau Merah hanya berkisar antara 50 hingga 100 orang per hari.

Angka tersebut turun drastis dibandingkan masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 lalu.

Saat puncak libur Nataru, jumlah kunjungan ke Pantai Pulau Merah bahkan mencapai 10 ribu orang dalam sehari. Perbandingan tersebut menunjukkan penurunan yang sangat signifikan.

“Hitungan kasar kami, penurunan pengunjung lebih dari 40 persen,” jelasnya.

Penurunan itu mulai terasa sejak awal Ramadan yang ditetapkan pemerintah pada Kamis (19/2) lalu. Memasuki bulan puasa, masyarakat cenderung mengurangi aktivitas wisata, terutama ke

destinasi terbuka seperti pantai yang identik dengan cuaca panas.

“Daya tarik di sini kan sunset (matahari terbenam). Kalau wisatawan dari luar daerah mungkin khawatir tidak bisa berbuka puasa di rumah atau di perjalanan,” terangnya.

Selain faktor cuaca, pertimbangan waktu berbuka dan ibadah tarawih juga menjadi alasan wisatawan menunda kunjungan ke destinasi wisata pantai.

Strategi Sambut Lonjakan Libur Lebaran

Meski demikian, pihak pengelola optimistis kondisi akan berbalik saat memasuki masa libur Lebaran. Banyuwangi setiap tahun dipadati pemudik dari luar daerah.

Momentum tersebut selalu diiringi peningkatan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata unggulan, termasuk Pantai Pulau Merah.

“Nanti saat libur Lebaran jumlah pengunjung akan naik lagi. Biasanya mulai H-2 Lebaran dan terus meningkat sampai arus balik dan sekolah masuk,” kata Sajid.

Mengantisipasi lonjakan tersebut, pengelola mulai melakukan sejumlah persiapan. Beberapa fasilitas akan diperbarui demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan.

“Rambu larangan berenang yang sudah usang kami ganti dengan yang baru. Tempat sampah juga akan kami tambah. Untuk bersih-bersih pantai kemungkinan dilakukan mendekati Lebaran,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan agar wisatawan yang datang saat libur panjang dapat menikmati suasana pantai yang lebih tertata dan aman.

Apalagi, Pulau Merah dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Banyuwangi dengan panorama sunset yang memikat serta ombak yang cocok untuk berselancar.

Wisatawan Lokal Manfaatkan Suasana Lengang

Salah satu pengunjung, Purwanti, 45, warga Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, mengaku sengaja datang ke Pulau Merah karena kebetulan ada kerabat yang berkunjung ke rumahnya.

“Kebetulan ada saudara sedang di rumah, makanya diajak ke sini karena lumayan dekat,” katanya.

Menurutnya, suasana pantai yang tidak terlalu ramai justru membuat kunjungan terasa lebih nyaman.

Tidak perlu berdesakan dan lebih leluasa menikmati angin laut serta pemandangan matahari terbenam.

Kondisi lengang selama Ramadan ini sekaligus menjadi jeda bagi pengelola untuk melakukan evaluasi dan pembenahan fasilitas.

Dengan demikian, saat gelombang wisatawan datang pada libur Lebaran 2026 nanti, Pantai Pulau Merah sudah dalam kondisi optimal.

Penurunan kunjungan wisatawan saat Ramadan memang menjadi siklus tahunan destinasi wisata pantai.

Namun, dengan strategi persiapan yang matang, pengelola optimistis Pulau Merah tetap menjadi primadona wisata Banyuwangi saat musim libur tiba. (sas/sgt)

 

Editor : Ali Sodiqin
#Libur Lebaran #pulau merah #ramadan #banyuwangi