Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stasiun Cikeusal Jadi Titik Tersibuk, Ribuan Pedagang Manfaatkan Kereta Api Khusus Petani dan Pedagang

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 20 Februari 2026 | 14:15 WIB
Kereta api Petani dan Pedagang layani 11.428 pelanggan di lintas Merak.
Kereta api Petani dan Pedagang layani 11.428 pelanggan di lintas Merak.

RADARBANYUWANGI.ID - Layanan kereta api khusus Petani dan Pedagang yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan kinerja positif sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 17 Februari 2026.

Dalam periode tersebut, tercatat sebanyak 11.428 pelanggan naik dan turun di lintas Commuter Line Merak.

Capaian ini mencerminkan konsistensi pemanfaatan layanan oleh masyarakat selama lebih dari dua bulan operasional.

Pergerakan pelanggan tertinggi terjadi di Stasiun Cikeusal, dengan 3.730 pelanggan naik dan 3.511 pelanggan turun.

Angka ini menegaskan peran Cikeusal sebagai simpul distribusi komoditas lokal, mulai dari hasil pertanian, olahan makanan, hingga produk kerajinan yang dipasarkan ke Serang, Cilegon, dan Merak.

Kereta api Petani dan Pedagang merupakan hasil modifikasi sarana yang sepenuhnya dikerjakan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng.

Pengerjaan mencakup penataan ulang interior, penyediaan area bagasi khusus yang terpisah, penguatan aspek keselamatan, serta penyesuaian akses naik turun penumpang di sejumlah stasiun.

Seluruh proses dilakukan oleh tenaga teknis internal dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna yang membawa barang dagangan dalam jumlah tertentu.

Secara teknis, kereta ini memiliki 73 tempat duduk dan dioperasikan dalam 14 perjalanan per hari, terdiri atas tujuh perjalanan Merak–Rangkasbitung dan tujuh perjalanan sebaliknya, melayani 11 stasiun.

Setiap pelanggan diperkenankan membawa maksimal dua koli berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm demi menjaga keteraturan selama perjalanan.

Layanan ini merupakan kolaborasi KAI Group bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui skema Public Service Obligation (PSO).

Dengan tarif Rp3.000, setara KRL umum, kereta api ini menjadi solusi transportasi terjangkau bagi petani dan pedagang kecil dalam mendistribusikan hasil usaha mereka secara aman dan tertib.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Petani #Merak #umkm #KAI #Pedagang #Kereta Api