RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menghadirkan kereta api tambahan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang pada masa angkutan Lebaran 2026.
Kebijakan ini diambil guna memastikan kebutuhan transportasi masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa layanan tambahan tersebut difokuskan pada KA Brantas Tambahan dengan relasi Blitar–Pasarsenen (Jakarta).
Kereta api ini menyediakan kelas bisnis dan ekonomi untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel bagi pelanggan.
Pemesanan tiket KA Brantas Tambahan telah dibuka secara bertahap sejak 11 Februari 2026.
Secara nasional, KAI juga menambah sejumlah perjalanan di berbagai rute dan kelas guna mengantisipasi tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api saat musim mudik.
Selain KA Brantas Tambahan, terdapat empat kereta api jarak jauh tambahan yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun, yakni KA Sancaka Tambahan, KA Gajayana Tambahan, KA Tambahan Surabaya Gubeng–Gambir (PP), serta KA Pasundan Tambahan.
Seluruhnya dihadirkan untuk memperkuat kapasitas angkutan Lebaran.
Hingga 19 Februari 2026 pukul 07.44 WIB, penjualan tiket kereta api jarak jauh keberangkatan awal dari Daop 7 Madiun telah mencapai 55.147 tiket atau sekitar 69 persen dari total kapasitas 80.124 tempat duduk.
Mayoritas tiket dipesan untuk periode 22 Maret hingga 1 April 2026.
Masyarakat dapat mengecek ketersediaan kursi dan melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI.
Editor : Lugas Rumpakaadi