Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Setyo Ponco Utomo Pimpin ATTAB 2025–2030, Perkuat Kolaborasi Dorong Pariwisata Banyuwangi

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Jumat, 6 Februari 2026 | 05:00 WIB

Setyo Ponco Utomo duduk diapit Plt Kadisbudpar Hartono dan Plt Kadishub I Komang Sudira Atmaja usai dilantik sebagai Ketua ATTAB di BJ Resto and Café Giri, Kamis (5/2).
Setyo Ponco Utomo duduk diapit Plt Kadisbudpar Hartono dan Plt Kadishub I Komang Sudira Atmaja usai dilantik sebagai Ketua ATTAB di BJ Resto and Café Giri, Kamis (5/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Asosiasi Tour Travel Agency Banyuwangi (ATTAB) resmi memiliki nakhoda baru.

Setyo Ponco Utomo dilantik sebagai Ketua ATTAB periode 2025–2030 dalam sebuah prosesi pelantikan yang digelar di Hall BJ Resto and Café, Giri, Banyuwangi, Kamis (5/2).

Pelantikan kepengurusan ATTAB tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Hartono.

Momentum pelantikan sekaligus menjadi ajang serah terima jabatan dari pengurus lama kepada kepengurusan baru.

Ponco akan menahkodai ATTAB selama lima tahun ke depan. Dalam menjalankan roda organisasi, ia didampingi Didik Indra Pratama sebagai Wakil Ketua, bersama jajaran pengurus lainnya yang berasal dari berbagai biro perjalanan wisata di Banyuwangi.

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kemajuan pariwisata di Bumi Blambangan.

ATTAB diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor perjalanan dan pariwisata yang berkelanjutan.

Plt Kepala Disbudpar Banyuwangi Hartono berharap kepengurusan ATTAB yang baru dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dengan masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Semoga ke depannya kepengurusan ATTAB yang baru bisa terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemkab, serta membawa kemajuan untuk pariwisata di Banyuwangi,” ujarnya.

Hartono juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata.

Ia menyebut, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen untuk bergerak bersama.

“Di 2026 kami dari Pemkab Banyuwangi mengajak semua sektor untuk gotong royong bersama memajukan pariwisata di Banyuwangi,” katanya.

Menurutnya, pengembangan pariwisata Banyuwangi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh stakeholder sesuai dengan fungsi dan kapasitas masing-masing.

“Dengan adanya ATTAB, pastinya sektor travel di Banyuwangi akan membantu banyak sektor pariwisata ke depannya,” tambah Hartono.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus ATTAB, yang dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ATTAB dan Disbudpar Banyuwangi.

Penandatanganan MoU tersebut dipandu langsung oleh Plt Kadisbudpar Hartono sebagai simbol komitmen bersama dalam pengembangan pariwisata daerah.

ATTAB Buka Kolaborasi Lebih Luas

Ketua ATTAB Setyo Ponco Utomo menegaskan komitmen organisasinya untuk memperluas keanggotaan dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurutnya, keterlibatan seluruh biro perjalanan wisata di Banyuwangi menjadi kunci dalam memajukan sektor pariwisata daerah.

“Dalam aspek keanggotaan, ATTAB berkomitmen merangkul banyak biro perjalanan di Banyuwangi untuk bersama-sama memajukan sektor pariwisata,” ujar Ponco.

Tak hanya itu, ATTAB juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor pariwisata, mulai dari instansi pemerintah hingga pelaku industri pendukung.

“ATTAB memperluas kolaborasi dengan pemangku kebijakan di pariwisata seperti Dishub, serta pelaku industri yang dibantu sektor pendukung seperti restoran, hotel, dan pelaku UMKM,” jelasnya.

Ponco mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk bergerak bersama demi mewujudkan pariwisata Banyuwangi yang berdaya saing.

“Kami mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk berkolaborasi demi mewujudkan pariwisata Banyuwangi yang berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika industri,” tegasnya.

Pentingnya Identitas Banyuwangi

Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi yang juga Majelis Kehormatan (MK) Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Samsudin Adlawi menekankan pentingnya koordinasi antarpelaku pariwisata, khususnya dengan Disbudpar.

“Terkait Disbudpar, perlu ditingkatkan koordinasi. Tamu yang dibawa travel luar Banyuwangi harus diatur lebih baik lagi, dan seharusnya bisa dipandu langsung oleh pihak travel maupun kelompok Pokdarwis dari Banyuwangi,” ujarnya.

Samsudin juga menyoroti pentingnya penggunaan atribut identitas Banyuwangi oleh para pelaku wisata saat mendampingi wisatawan.

“Semua pelaku pariwisata di Banyuwangi ketika mendampingi tamu wajib menunjukkan kebanyuwangiannya, seperti memakai baju adat, udeng bagi laki-laki, dan selendang untuk perempuan,” katanya.

Menurutnya, penonjolan identitas budaya lokal akan memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
“Jika para pelaku wisata menunjukkan karakter budaya dengan begitu, wisatawan yang datang ke Banyuwangi bisa mempunyai kesan tersendiri,” pungkasnya. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Setyo Ponco Utomo #travel #ATTAB Banyuwangi #pariwisata #banyuwangi