RADARBANYUWANGI.ID - Keluhan mengenai mahalnya harga tiket kereta api jarak jauh menjelang Lebaran 2026 ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah penumpang mengaku mendapati harga tiket pada periode mudik Lebaran jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa, bahkan selisihnya disebut mencapai ratusan ribu rupiah.
Salah satu keluhan tersebut disampaikan melalui platform X oleh akun pengguna yang mempertanyakan lonjakan harga tiket kereta api.
Ia menilai harga tiket kereta jarak jauh terasa jauh lebih mahal dibandingkan periode non-Lebaran.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna lain yang menyebut perbedaan harga tiket bisa mencapai sekitar Rp200 ribu jika dibandingkan dengan jadwal keberangkatan di luar musim mudik Lebaran 2026.
Menanggapi keluhan publik tersebut, Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, menjelaskan bahwa tiket yang saat ini dijual untuk periode Lebaran 2026 masih merupakan tiket kereta reguler.
Artinya, tiket tersebut belum termasuk kereta tambahan yang biasanya disiapkan khusus untuk menghadapi lonjakan penumpang saat musim mudik.
Menurut Anne, kereta tambahan yang umumnya disertai dengan skema harga dan diskon tertentu masih dalam tahap persiapan.
Oleh karena itu, harga tiket yang beredar saat ini belum mencerminkan keseluruhan kebijakan tarif Lebaran.
Ia menegaskan bahwa KAI tengah menyiapkan pengoperasian kereta tambahan sekaligus program diskon tiket.
Informasi resmi terkait kereta tambahan dan potongan harga tersebut akan segera diumumkan kepada masyarakat dalam waktu dekat.
Secara umum, kenaikan harga tiket pada periode Lebaran dipengaruhi oleh tingginya permintaan perjalanan masyarakat.
Lebaran merupakan puncak mobilitas tahunan di Indonesia, di mana jutaan orang melakukan perjalanan mudik secara bersamaan.
Kondisi ini membuat ketersediaan kursi menjadi terbatas, terutama pada rute jarak jauh yang menjadi favorit pemudik.
Selain itu, sistem tarif pada moda transportasi tertentu, termasuk kereta api, dapat menyesuaikan dengan pola permintaan dan ketersediaan.
Namun demikian, KAI biasanya mengimbangi lonjakan permintaan tersebut dengan menambah jumlah perjalanan kereta agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan.
Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp12,83 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung mobilitas selama periode Lebaran 2026.
Paket stimulus ini direncanakan akan digulirkan pada kuartal pertama tahun 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa stimulus tersebut dirancang untuk merespons kondisi ekonomi domestik sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di awal tahun.
Salah satu fokus utama stimulus Lebaran 2026 adalah pemberian diskon transportasi lintas moda.
Stimulus ini tidak hanya menyasar sektor transportasi darat seperti kereta api, tetapi juga mencakup transportasi udara dan bentuk dukungan lain, termasuk bantuan sosial pangan bagi masyarakat.
Untuk sektor penerbangan, pemerintah memberikan potongan harga tiket pesawat hingga sekitar 16 persen.
Kebijakan ini dilakukan melalui skema pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi pada penerbangan domestik.
Airlangga menegaskan bahwa kebijakan PPN ditanggung pemerintah ini hanya berlaku untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, dengan besaran yang sama seperti program diskon pada tahun sebelumnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya perjalanan masyarakat selama musim mudik.
Editor : Lugas Rumpakaadi