RADARBANYUWANGI.ID - Kehadiran Stasiun Jatake sebagai simpul transportasi baru di wilayah barat Kabupaten Tangerang menunjukkan respons positif dari masyarakat.
Dalam empat hari awal operasionalnya, stasiun ini mencatat ribuan pengguna, mencerminkan kebutuhan nyata akan akses transportasi publik yang lebih dekat dan efisien.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa selama periode awal tersebut, Stasiun Jatake melayani 2.809 pelanggan gate in dan 2.207 pelanggan gate out.
Capaian ini menjadi indikator kuat tingginya minat masyarakat terhadap keberadaan stasiun baru di kawasan dengan mobilitas tinggi.
Tren Pengguna Terus Mengalami Kenaikan
Data harian menunjukkan peningkatan jumlah pengguna yang konsisten.
Pada 28 Januari, tercatat 281 pelanggan gate in.
Angka ini meningkat tajam menjadi 713 pelanggan pada 29 Januari, kemudian 773 pelanggan pada 30 Januari, dan mencapai 1.042 pelanggan gate in pada 31 Januari.
Peningkatan tersebut menunjukkan proses adaptasi yang berlangsung cepat.
Masyarakat mulai menjadikan Stasiun Jatake sebagai bagian dari pola perjalanan harian, khususnya untuk mendukung aktivitas kerja dan ekonomi di kawasan Tangerang dan sekitarnya.
Melengkapi Layanan Stasiun di Koridor Barat
Di sisi lain, stasiun-stasiun eksisting di sekitar Jatake tetap melayani penumpang.
Stasiun Cicayur mencatat 9.848 pengguna gate in dan 11.447 gate out, sementara Stasiun Parung Panjang melayani 44.000 pengguna gate in serta 52.520 gate out pada periode yang sama.
Kondisi ini menegaskan bahwa Stasiun Jatake tidak menggantikan peran stasiun lain, melainkan berfungsi sebagai alternatif akses perjalanan yang melengkapi layanan Commuter Line di koridor tersebut.
Menjawab Kebutuhan Mobilitas Kabupaten Tangerang
Anne menambahkan bahwa kehadiran Stasiun Jatake sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi di Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, wilayah ini termasuk kawasan dengan tingkat mobilitas komuter yang tinggi, terutama yang terhubung dengan pusat kegiatan Jabodetabek.
Stasiun Jatake berperan sebagai penghubung antara permukiman, pusat kegiatan ekonomi, dan jaringan Commuter Line yang telah berkembang sebelumnya.
Akses yang lebih dekat membantu masyarakat mengatur waktu perjalanan secara lebih terencana dan efisien.
“Kami melihat Stasiun Jatake mulai membentuk pola pergerakan baru masyarakat. Ke depan, stasiun ini diharapkan terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas kawasan dan kebiasaan masyarakat menggunakan transportasi publik,” ujar Anne.
Editor : Lugas Rumpakaadi