RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Gianyar dikenal sebagai salah satu jantung kebudayaan Bali yang menyimpan konsentrasi destinasi wisata budaya tertinggi di Pulau Dewata.
Wilayah ini tidak hanya menjadi rumah bagi Ubud sebagai pusat seni dan budaya Bali, tetapi juga menaungi situs-situs spiritual penting yang telah mendunia, seperti Pura Tirta Empul dan Goa Gajah.
The Bali Sun melaporkan, memasuki tahun 2026, tren wisata budaya menunjukkan peningkatan signifikan dan diperkirakan terus tumbuh.
Wisata budaya sejak lama menjadi tulang punggung pariwisata Bali, dan Gianyar berada di posisi strategis untuk menjawab tingginya minat wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap pengalaman wisata yang sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan kearifan lokal.
Target Pendapatan Pariwisata Gianyar 2026
Pemerintah Kabupaten Gianyar menyambut optimisme tersebut dengan menargetkan pendapatan pajak pariwisata sebesar Rp95 miliar pada tahun 2026.
Angka ini meningkat Rp5 miliar dibandingkan capaian tahun 2025 yang mencapai Rp90 miliar.
Pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari tiket masuk objek wisata yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Wayan Gede Sedana Putra, menyampaikan bahwa target tahun 2025 telah berhasil tercapai, baik dari sisi pendapatan maupun jumlah kunjungan wisatawan.
Sepanjang 2025, Gianyar mencatat sekitar 4 juta kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan.
Tirta Empul dan Goa Gajah, Penyumbang Terbesar
Dua destinasi utama, yakni Pura Tirta Empul dan Goa Gajah, menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi Kabupaten Gianyar.
Pada tahun 2025, Pura Tirta Empul dikunjungi sekitar 880.000 wisatawan dan menghasilkan pendapatan pajak sebesar Rp54 miliar.
Sementara itu, Goa Gajah menempati posisi kedua dengan jumlah kunjungan mencapai 209.966 wisatawan dan kontribusi pendapatan sebesar Rp18,5 miliar.
Popularitas kedua situs ini tidak terlepas dari nilai spiritual dan sejarahnya yang kuat.
Pura Tirta Empul dikenal sebagai tempat melukat atau ritual penyucian diri, sedangkan Goa Gajah menawarkan perpaduan unik antara arkeologi, alam, dan spiritualitas Bali kuno.
Delapan Destinasi Budaya di Bawah Pengelolaan Pemkab Gianyar
Selain Tirta Empul dan Goa Gajah, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengelola total delapan objek wisata budaya.
Destinasi tersebut meliputi Gunung Kawi Sebatu, Gunung Kawi Tampaksiring, Yeh Pulu, Candi Tebing, Mangening, dan Goa Garbha.
Salah satu yang dinilai masih kurang mendapat perhatian adalah Gunung Kawi Tampaksiring.
Meski demikian, jumlah kunjungan ke kawasan ini menunjukkan tren peningkatan perlahan.
Pada tahun 2025, Gunung Kawi mencatat 102.912 wisatawan, menandakan potensi besar yang masih dapat dikembangkan melalui peningkatan promosi dan pengalaman wisata.
Menurut Sedana Putra, fasilitas pendukung di objek-objek wisata tersebut saat ini tergolong memadai.
Bahkan, belum ditemukan keluhan berarti dari wisatawan mancanegara terkait layanan dan sarana prasarana.
Fokus Peningkatan Kualitas Pengalaman Wisata
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan, Pemerintah Kabupaten Gianyar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengalaman wisata.
Langkah ini sejalan dengan visi besar pariwisata Bali yang tidak hanya mengejar kuantitas kunjungan, tetapi juga kualitas layanan, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan.
Upaya ini juga selaras dengan capaian Bali yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026 versi TripAdvisor, mengungguli kota-kota besar seperti London, Paris, dan Bangkok.
Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus pengingat agar seluruh pelaku pariwisata tidak terlena.
Politikus lokal Bali, Wayan Puspa Negara, menegaskan bahwa penghargaan tersebut harus dijadikan momentum evaluasi dan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun nonfisik.
Penguatan layanan pariwisata, kualitas sumber daya manusia, dan strategi komunikasi publik menjadi aspek penting yang perlu terus ditingkatkan.
Rekomendasi Menginap di Sekitar Ubud
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kekayaan budaya Gianyar secara optimal, memilih akomodasi di kawasan Ubud merupakan pilihan paling ideal.
Sebagai pusat seni dan budaya Bali, Ubud memiliki infrastruktur pariwisata yang matang, mulai dari penginapan ramah anggaran hingga resor mewah kelas dunia.
Beberapa rekomendasi hotel di pusat Ubud antara lain The Artini Dijiwa Ubud, SenS Hotel & Spa, serta Adiwana Resort Jembawan.
Sementara itu, bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman menginap mewah di area yang lebih tenang, pilihan seperti Bambu Indah, Soulshine Bali, dan Four Seasons Resort at Sayan patut dipertimbangkan.
Editor : Lugas Rumpakaadi