RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Situbondo terus memperkaya khazanah destinasi wisatanya dengan mengembangkan wisata berbasis lingkungan.
Salah satunya adalah Ekowisata Kampung Blekok yang mengusung branding wisata “Harmony of Life”.
Destinasi ini dikembangkan sebagai kawasan ekowisata yang mengedepankan konservasi keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam.
Ekowisata Kampung Blekok terletak di Dusun Pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau, hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Situbondo dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit perjalanan darat.
Begitu menginjakkan kaki di kawasan ini, suasana nyaman langsung terasa.
Hamparan laut yang indah berpadu dengan hijaunya hutan mangrove menciptakan panorama alami yang menenangkan.
Lingkungan yang asri tersebut membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati keindahan alam di kawasan pesisir Situbondo.
Nama Kampung Blekok sendiri diambil dari keberadaan beragam spesies burung air yang menjadikan kawasan ini sebagai habitat alami.
Di ekowisata ini, pengunjung dapat menjumpai berbagai jenis burung air, antara lain blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), kowak-malam abu (Nycticorax nycticorax), cangak abu (Ardea cinerea), cangak merah (Ardea purpurea), serta kokokan laut (Butorides striatus).
Keanekaragaman burung air tersebut menjadi daya tarik utama Kampung Blekok.
Aktivitas pengamatan burung atau bird watching kerap menjadi favorit pengunjung, terutama bagi pecinta alam dan fotografi satwa liar.
Selain sebagai habitat burung air, Kampung Blekok juga merupakan kawasan hutan mangrove yang dikembangkan menjadi area konservasi.
Mangrove di kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir dari abrasi, tetapi juga memiliki peran penting sebagai penyedia layanan ekosistem, terutama dalam menyimpan karbon dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Pengembangan ekowisata Kampung Blekok diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Melalui konsep ekowisata, pengunjung diajak menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Dari sisi biaya, ekowisata ini tergolong ramah di kantong. Harga tiket masuk untuk pengunjung dewasa sebesar Rp6.000, sedangkan anak-anak dikenakan tarif Rp3.000.
Untuk parkir kendaraan, tarif parkir mobil sebesar Rp5.000 dan parkir sepeda motor dikenakan tarif terjangkau.
Dengan konsep “Harmony of Life”, Ekowisata Kampung Blekok menjadi contoh destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, edukasi lingkungan, dan upaya konservasi.
Kehadiran kawasan ini diharapkan dapat memperkuat citra Situbondo sebagai daerah yang peduli terhadap pelestarian alam sekaligus menyediakan alternatif wisata berbasis lingkungan bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. (*)
Editor : Ali Sodiqin