RADARBANYUWANGI.ID - Tren kunjungan wisatawan ke Banyuwangi terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data statistik kunjungan wisatawan, total wisatawan yang datang ke Bumi Blambangan terus bertambah, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara puncaknya pada 2025 yang mencapai 3.671.197.
Dari data 2022, total kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 2.978.775 orang, terdiri dari 2.948.543 wisatawan nusantara dan 30.232 wisatawan mancanegara.
Jumlah tersebut meningkat pada 2023 menjadi 3.182.082 wisatawan, dengan rincian 3.112.443 lokal dan 69.639 mancanegara.
Tren peningkatan berlanjut pada 2024. Total kunjungan wisatawan mencapai 3.405.145 orang, terdiri dari 3.282.241 wisatawan nusantara dan 122.904 mancanegara.
Sementara pada 2025, Banyuwangi mencatat capaian tertinggi dengan total 3.671.197 wisatawan, yang terdiri dari 3.504.204 dalam negeri dan 166.993 merupakan wisatawan mancanegara.
Berdasarkan catatan bulanan, lonjakan kunjungan wisatawan paling tinggi pada 2205 terjadi pada periode libur panjang.
Seperti April, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 558.011 orang, yang menjadi puncak kunjungan tertinggi dalam setahun.
Momen libur panjang dan perayaan hari besar menjadi faktor utama meningkatnya jumlah wisatawan pada periode tersebut.
Selain April, bulan Desember juga mencatat kunjungan tinggi dengan total 480.569 wisatawan, seiring libur Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, Juli yang bertepatan dengan libur sekolah mencatat kunjungan sebanyak 313.047 wisatawan.
Tingginya angka kunjungan pada bulan-bulan tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh kalender libur terhadap pergerakan wisatawan ke Banyuwangi.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Taufik Rohman mengatakan, tren kenaikan tersebut menandakan Banyuwangi masih menjadi destinasi favorit wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
“Ini menandakan Banyuwangi masih menjadi tempat favorit wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, sebagai tujuan wisata,” ujarnya.
Beragam destinasi unggulan di Banyuwangi menjadi daya tarik utama wisatawan mulai dari Kawah Ijen dengan fenomena api biru (blue fire), Pantai Pulau Merah yang terkenal dengan panorama matahari terbenam, serta Pantai Boom Marina yang menjadi ikon wisata tepi kota.
Selain itu, Taman Nasional Alas Purwo menjadi tujuan favorit wisatawan pecinta alam.
Wisata budaya dan desa wisata seperti Desa Wisata Osing Kemiren, Pantai Teluk Hijau, hingga Pantai Mustika turut melengkapi ragam pilihan destinasi di Banyuwangi.
Berbagai agenda event pariwisata yang digelar sepanjang tahun juga menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung
Menurut Taufik, lonjakan kunjungan wisatawan tersebut dipastikan berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Banyuwangi.
Aktivitas wisata yang terus tumbuh akan menggerakkan berbagai sektor usaha yang ada di daerah.
“Tentunya wisatawan selama berada di Banyuwangi akan menginap di hotel atau homestay, mengunjungi destinasi wisata, serta makan di warung maupun restoran,” katanya.
Selain itu, wisatawan juga akan berbelanja oleh-oleh di pelaku UMKM lokal, sehingga perputaran uang di masyarakat semakin meningkat. Tak hanya itu, sektor jasa pariwisata juga ikut terdampak positif.
“Pariwisata juga akan menggunakan jasa agen travel dari Banyuwangi. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan kesejahteraan para pelaku wisata di Banyuwangi,” pungkasnya. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin