Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Desa Wisata Wringinanom Malang, Kampung Asri Penyangga Bromo yang Tembus 50 Besar ADWI 2024

Ali Sodiqin • Selasa, 20 Januari 2026 | 15:30 WIB

Tubing di sungai Banyumoro jadi andalan Desa Wisata Wringianom Malang.
Tubing di sungai Banyumoro jadi andalan Desa Wisata Wringianom Malang.

RADARBANYUWANGI.ID - Desa Wisata Wringinanom menjadi salah satu destinasi wisata desa yang kini semakin dikenal di Kabupaten Malang.

Desa yang oleh masyarakat sekitar juga disebut sebagai Desa Wisata Dewi Anom ini menawarkan suasana pedesaan yang tenang, asri, dan kaya akan potensi budaya serta alam.

Letaknya yang berada di jalur menuju kawasan wisata Bromo menjadikan Desa Wisata Wringinanom sebagai pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati alternatif liburan yang lebih santai, jauh dari hiruk-pikuk kota, namun tetap mudah dijangkau.

Nama Desa Wisata Wringinanom semakin melambung setelah berhasil masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Prestasi ini diraih setelah bersaing dengan ribuan desa wisata dari berbagai daerah di Indonesia.

Capaian tersebut tak lepas dari keunikan desa, kekuatan potensi wisatanya, serta peran aktif masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

Secara geografis, Desa Wisata Wringinanom berada di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dengan jarak sekitar 21 kilometer dari pusat Kota Malang.

Lokasinya yang berada di jalur wisata menuju Gunung Bromo membuat desa ini cukup strategis dan mudah diakses wisatawan.

Desa ini juga menjadi salah satu dari sembilan desa wisata penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Untuk menuju lokasi, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil, dengan rute melalui Kecamatan Tumpang menuju kawasan wisata Bromo. Kondisi jalan relatif baik dan ramah bagi wisatawan.

Berada di ketinggian sekitar 850 meter di atas permukaan laut (mdpl), Desa Wisata Wringinanom menawarkan udara sejuk dan panorama alam yang menenangkan.

Lingkungan desa masih terjaga keasriannya, sehingga cocok untuk wisata santai, keluarga, maupun kegiatan edukatif.

Daya tarik Desa Wisata Wringinanom tidak lepas dari kekayaan budaya Jawa yang masih terpelihara dengan baik.

Pada waktu-waktu tertentu, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan wayang kulit sekaligus belajar tentang proses pembuatannya.

Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri karena tidak banyak desa wisata yang menawarkan pengalaman serupa.

Selain budaya, sektor pertanian dan perkebunan menjadi kekuatan utama desa ini.

Tanah yang subur dimanfaatkan warga untuk berbagai komoditas, salah satunya bunga krisan.

Potensi ini kemudian dikembangkan menjadi wisata edukasi yang menarik bagi pengunjung.

Edukasi bunga krisan menjadi salah satu kegiatan unggulan di Desa Wisata Wringinanom.

Wisatawan tidak hanya diajak berkeliling kebun bunga, tetapi juga belajar menanam, merawat, hingga merangkai bunga krisan.

Dalam kegiatan tersebut, pengunjung juga dikenalkan dengan nilai-nilai budaya lokal yang melekat pada bunga krisan.

Tak kalah menarik, desa ini juga memiliki aktivitas edukasi pembuatan sandal dari enceng gondok.

Pengrajin lokal akan memandu wisatawan mulai dari proses pengolahan bahan hingga menjadi sandal buatan tangan yang unik dan bernilai jual.

Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif desa.

Bagi wisatawan yang menyukai tantangan dan aktivitas luar ruang, Desa Wisata Wringinanom juga menawarkan Banyumaro River Tubing.

Pengunjung diajak menyusuri aliran sungai yang jernih menggunakan ban besar.

Kegiatan ini dipandu oleh pemandu lokal dan dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan, sehingga tetap aman meski memacu adrenalin.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Desa Wisata Wringinanom menjadi contoh desa wisata yang dikelola secara partisipatif dan berbasis potensi lokal.

Perpaduan antara budaya, alam, serta aktivitas edukatif menjadikan desa ini cocok untuk wisata keluarga, rombongan sekolah, hingga wisatawan yang ingin menikmati ketenangan di sekitar kawasan Bromo.

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman liburan yang sederhana, dekat dengan kehidupan warga, dan sarat makna, Desa Wisata Wringinanom layak masuk dalam daftar kunjungan saat berwisata ke Malang dan sekitarnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#malang #penyangga bromo #wringinanom #desa wisata