Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Viral! Transportasi Kereta Indonesia dan Malaysia Disebut Lebih Baik dari Inggris

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 18 Januari 2026 | 08:48 WIB
Penumpang memasuki kereta api di Stasiun Surabaya Gubeng, Jawa Timur.
Penumpang memasuki kereta api di Stasiun Surabaya Gubeng, Jawa Timur.

RADARBANYUWANGI.ID - Perbincangan mengenai kualitas transportasi umum kembali mencuri perhatian publik dunia maya.

Kali ini, sorotan tajam diarahkan pada perbandingan antara sistem transportasi publik di Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, dengan Inggris, negara yang dikenal memiliki sejarah panjang dalam dunia perkeretaapian.

Isu ini mencuat setelah sebuah unggahan viral dari akun media sosial @theveggiesontour memperlihatkan kontras mencolok antara kondisi kereta di kedua kawasan tersebut.

Unggahan tersebut tidak hanya memicu diskusi, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar, apakah negara maju seperti Inggris mulai tertinggal dalam menyediakan layanan transportasi publik yang layak?

Kondisi Kereta: Bersih dan Modern vs Kurang Terawat

Dalam dokumentasi yang dibagikan, kereta api di Indonesia dan Malaysia ditampilkan dengan kondisi yang bersih, modern, serta tertata rapi.

Interior kereta terlihat terawat dengan baik, bebas dari vandalisme, serta dilengkapi fasilitas penunjang kenyamanan penumpang.

Sebaliknya, salah satu kereta di Inggris justru memperlihatkan kondisi interior yang dipenuhi coretan graffiti dan kesan kurang terurus.

Pemandangan ini menimbulkan kejutan, terutama mengingat Inggris merupakan pelopor sistem perkeretaapian modern sejak abad ke-19.

MRT Jakarta dan LRT Malaysia Jadi Standar Baru

Layanan transportasi seperti MRT Jakarta dan LRT Malaysia kini dianggap sebagai simbol modernitas transportasi publik Asia Tenggara.

Sistem yang terintegrasi, kebersihan yang terjaga, serta ketepatan waktu menjadi nilai tambah yang tidak hanya diapresiasi oleh warga lokal, tetapi juga oleh wisatawan mancanegara.

Menariknya, standar kenyamanan tersebut kini justru menjadi sesuatu yang diidamkan oleh sebagian warga Inggris sendiri.

Hal ini menunjukkan adanya pergeseran persepsi global terkait kualitas infrastruktur publik, di mana negara berkembang mampu tampil lebih progresif.

Tarif Transportasi Inggris Dinilai Sangat Mahal

Salah satu aspek yang paling menyita perhatian adalah persoalan biaya.

Di Inggris, tarif perjalanan kereta sejauh satu mil, yang hanya memakan waktu sekitar 2 hingga 3 menit, dapat mencapai £4,20 atau setara dengan Rp85.000,00.

Angka ini dianggap sangat tinggi apabila dibandingkan dengan tarif transportasi umum di Jakarta atau Kuala Lumpur.

Dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, penumpang di Asia Tenggara justru mendapatkan fasilitas yang lebih nyaman, bersih, dan modern.

Perbandingan dengan Asia Tenggara

Di Jakarta, tarif MRT dan transportasi terintegrasi masih berada dalam kisaran yang relatif ramah di kantong masyarakat.

Begitu pula di Kuala Lumpur, di mana sistem transportasi publik dirancang untuk mendorong penggunaan massal melalui harga yang kompetitif dan layanan yang efisien.

Perbandingan ini memicu diskusi luas, terutama mengenai efektivitas pengelolaan transportasi publik di negara maju yang biaya hidupnya tinggi.

Munculnya Kritik dari Warga Inggris

Tak sedikit warga Inggris yang kemudian melontarkan kritik terhadap kondisi layanan publik di negaranya sendiri.

Pertanyaan reflektif seperti, “Apakah kami telah kehilangan kendali atas kualitas layanan publik kami sendiri?” mulai bermunculan di kolom komentar media sosial.

Kritik tersebut mencerminkan kekecewaan terhadap mahalnya biaya transportasi yang tidak diimbangi dengan kualitas layanan yang memadai.

Pelajaran dari Asia Tenggara

Fenomena ini menunjukkan bahwa kemajuan infrastruktur tidak semata ditentukan oleh status negara maju atau berkembang.

Komitmen terhadap perawatan, efisiensi anggaran, serta orientasi pada kenyamanan publik menjadi faktor kunci dalam menciptakan transportasi umum yang berkualitas.

Indonesia dan Malaysia, melalui investasi serius di sektor transportasi, membuktikan bahwa layanan publik yang modern dan terjangkau bukanlah hal mustahil.

Perbandingan transportasi umum antara Asia Tenggara dan Inggris membuka mata banyak pihak bahwa standar global kini mulai bergeser.

Negara berkembang mampu tampil unggul dengan layanan yang bersih, modern, dan ramah pengguna, sementara negara maju justru menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas infrastrukturnya.

Diskusi ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi, baik bagi negara maju maupun berkembang, untuk terus meningkatkan kualitas transportasi publik demi kepentingan masyarakat luas.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#mrt jakarta #inggris #lrt malaysia #asia tenggara #transportasi umum