RADARBANYUWANGI.ID - Tak perlu jauh-jauh terbang ke Afrika untuk melihat satwa endemik dari berbagai belahan dunia.
Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masyarakat bisa menikmati wisata edukasi sekaligus rekreasi di Jember Mini Zoo.
Kebun binatang berkonsep edukatif ini menjadi alternatif destinasi keluarga yang menarik, terjangkau, dan sarat pembelajaran.
Jember Mini Zoo berlokasi di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
Sejak resmi beroperasi pada Mei 2021, tempat wisata ini telah menjadi magnet baru bagi warga Jember dan daerah sekitarnya.
Mengusung konsep belajar sambil bermain, Jember Mini Zoo cocok dikunjungi bersama keluarga, teman, maupun pasangan.
Owner Jember Mini Zoo, Adnan Mochammad, mengatakan bahwa kebun binatang ini saat ini dihuni sekitar 300 ekor satwa dari berbagai negara.
Koleksi satwa tersebut mencakup hewan khas Asia hingga Afrika, yang dirawat secara profesional oleh tim keeper berpengalaman.
“Begitu masuk, pengunjung langsung disambut kelinci-kelinci yang menggemaskan. Wahana ini bisa dimasuki dan pengunjung boleh memberi makan langsung,” ujar Adnan.
Tak hanya kelinci, pengunjung juga bisa berinteraksi dengan berbagai hewan lain seperti rusa, sapi, dan kambing.
Aktivitas memberi makan hewan ini menjadi daya tarik utama, khususnya bagi anak-anak yang ingin mengenal satwa lebih dekat.
Selain itu, Jember Mini Zoo juga memiliki rumah reptil yang berisi beragam jenis kadal, ular, kodok, hingga kura-kura.
Setiap zona satwa dijaga oleh keeper khusus yang memiliki keahlian berbeda-beda, mulai dari unggas, mamalia, hingga reptil.
“Mereka bukan hanya merawat, tapi juga menjadi pawang dan edukator bagi pengunjung,” tambah Adnan.
Satwa yang ada di Jember Mini Zoo terbilang cukup lengkap dan unik.
Di antaranya kura-kura sulcata asal Afrika, Biawak Papua, Musang Bulan dari Asia Timur dan Asia Tenggara, ular albino, blue iguana, burung hantu, kalkun, sugar glider, burung macaw, nuri abu-abu Afrika, merak biru, hingga kuda pony.
Salah satu koleksi yang paling menyita perhatian adalah burung unta. Satwa khas Afrika tersebut didatangkan langsung dari Mesir pada 2019.
Saat tiba, burung unta itu masih berusia bayi. Kini, ukurannya telah melebihi tinggi orang dewasa.
“Burung unta ini salah satu yang paling berkesan. Jarang ada kebun binatang di kota yang punya,” ungkap Adnan.
Tak hanya wisata satwa, Jember Mini Zoo juga menyediakan berbagai wahana penunjang.
Mulai dari outbound, mini water boom, sepeda air, mini train, hingga aktivitas edukatif seperti memerah susu sapi segar.
Seluruh aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Even dan Kreatif Jember Mini Zoo, Diana Lestari, menjelaskan bahwa pihaknya juga menyediakan paket edukasi khusus bagi kelompok belajar.
Paket tersebut meliputi senam bersama, outbound, feeding kelinci, bermain air, hingga edukasi peternakan.
“Kunjungan sekolah cukup sering, mulai dari PAUD, TK, hingga SD. Bahkan banyak juga yang datang dari luar kota seperti Bondowoso, Lumajang, dan Banyuwangi,” jelas Diana.
Menariknya, lokasi Jember Mini Zoo memiliki sejarah panjang. Adnan mengungkapkan bahwa area tersebut awalnya merupakan tempat usaha sapi perah yang telah berjalan sejak 1956 dan dikelola secara turun-temurun.
Gagasan membuat kebun binatang mini muncul sekitar 2018, melihat belum adanya kebun binatang yang berada di pusat kota Jember.
“Di Jember sebenarnya flora dan faunanya banyak, tapi kebanyakan ada di pinggiran kota. Kami ingin menghadirkan kebun binatang yang mudah diakses,” terangnya.
Untuk menikmati seluruh area utama Jember Mini Zoo, pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp 20 ribu per orang.
Anak-anak dengan tinggi badan di bawah 80 sentimeter tidak dikenakan biaya.
Beberapa wahana tambahan memang memiliki tarif tersendiri, namun tetap terjangkau.
Dengan konsep edukatif, koleksi satwa yang beragam, serta lokasi strategis di tengah kota, Jember Mini Zoo menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin berwisata tanpa harus ke Surabaya atau kota besar lainnya.
Liburan seru, hemat, sekaligus menambah wawasan tentang dunia satwa. (*)
Editor : Ali Sodiqin