RADARBANYUWANGI.ID - Pantai Paseban yang berada di wilayah selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pantai yang memiliki panorama alam memikat.
Hamparan pasir luas, garis pantai panjang, serta deburan ombak Samudra Hindia menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Namun, di balik keindahan tersebut, Pantai Paseban menyimpan sisi lain yang tidak banyak diketahui orang.
Pantai ini dipercaya masyarakat setempat memiliki nuansa mistis yang kuat dan sarat dengan cerita gaib yang turun-temurun diyakini hingga kini.
Dipercaya Sarat Hal Gaib
Masyarakat lokal di sekitar Pantai Paseban meyakini bahwa kawasan pantai tersebut bukan sekadar tempat wisata biasa.
Sejumlah kepercayaan berkembang, menyebutkan bahwa Pantai Paseban merupakan salah satu lokasi yang memiliki keterkaitan spiritual dengan alam gaib, terutama pada waktu-waktu tertentu.
Kepercayaan itu membuat warga setempat bersikap lebih hati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama pada malam hari atau di bulan-bulan tertentu dalam penanggalan Jawa.
Lokasi Nyandra dan Ritual Bulan Suro
Salah satu tradisi yang masih dijaga hingga kini adalah Nyandra atau ziarah yang dilakukan masyarakat pada Bulan Suro.
Pantai Paseban kerap dijadikan tempat untuk melakukan ritual tersebut, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan permohonan keselamatan.
Selain Nyandra, pada malam-malam tertentu pantai ini juga sering digunakan sebagai lokasi ritual.
Aktivitas tersebut biasanya dilakukan secara tertutup oleh kelompok masyarakat tertentu dan berlangsung dengan khidmat.
Tak heran jika pada waktu-waktu khusus, terutama malam Bulan Suro, suasana Pantai Paseban terasa berbeda dibanding hari biasa.
Ruang Publik dan Lapangan Voli Alami
Meski dikenal mistis, Pantai Paseban tetap menjadi ruang publik bagi warga sekitar.
Bibir pantai yang luas dan hamparan pasir yang relatif rata membuat kawasan ini kerap dimanfaatkan sebagai lapangan bola voli oleh warga dan pengunjung.
Pantai ini juga sering menjadi lokasi berkumpul saat acara tertentu, seperti pekan raya desa atau perayaan tradisional.
Pada momen-momen tersebut, Pantai Paseban bisa dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Ramai di Waktu Tertentu
Pantai Paseban tidak selalu sepi. Pada waktu-waktu tertentu, terutama saat akhir pekan, acara desa, atau memasuki Bulan Suro, jumlah pengunjung meningkat signifikan.
Warga sekitar memanfaatkan momentum tersebut untuk berjualan, sementara pengunjung menikmati suasana pantai yang asri.
Namun, keramaian tersebut tetap dibarengi dengan sejumlah pantangan dan imbauan tak tertulis yang diyakini masyarakat setempat.
Ombak Besar dan Arus Kuat
Di balik pesonanya, Pantai Paseban juga menyimpan potensi bahaya. Sebagai bagian dari pantai selatan Jawa, ombak di kawasan ini dikenal besar dengan arus laut yang kuat dan tidak terduga.
Karena itu, pengunjung diimbau untuk tidak bermain air terlalu jauh dari bibir pantai.
Dalam beberapa kejadian, pantai ini kerap memakan korban akibat wisatawan yang nekat berenang atau bermain air tanpa memperhatikan kondisi gelombang.
Imbauan untuk Wisatawan
Masyarakat setempat mengingatkan wisatawan agar tetap menjaga sikap dan berhati-hati selama berada di Pantai Paseban.
Selain faktor keselamatan laut, pengunjung juga diharapkan menghormati kepercayaan dan tradisi lokal yang masih dijaga hingga kini.
Meski suasananya terlihat tenang dan menenangkan, Pantai Paseban tetap menuntut kewaspadaan ekstra, terutama saat ombak tinggi yang memang lazim terjadi di kawasan pesisir selatan Jawa.
Keindahan alam dan nuansa mistis Pantai Paseban menjadi dua sisi yang tak terpisahkan.
Bagi wisatawan, menikmati panorama alamnya boleh saja, namun keselamatan dan sikap saling menghormati tetap menjadi hal utama. (*)
Editor : Ali Sodiqin