Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Long Weekend Isra Miraj 2026, Ini Rekomendasi Itinerary 4 Hari Liburan Seru Menyusuri Pesona Banyuwangi

Ali Sodiqin • Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:30 WIB

EKSOTIS: Bupati Ipuk Fiestiandani mengunjungi Pulau Bedil di Kecamatan Pesanggaran. Destinasi tersebut menjadi salah satu favorit wisatawan pada libur panjang kali ini.
EKSOTIS: Bupati Ipuk Fiestiandani mengunjungi Pulau Bedil di Kecamatan Pesanggaran. Destinasi tersebut menjadi salah satu favorit wisatawan pada libur panjang kali ini.

BANYUWANGI – Perayaan Isra Miraj pada tahun 2026 membawa kabar menggembirakan bagi para pelancong.

Hari besar keagamaan tersebut jatuh di tengah pekan dan berdekatan dengan akhir pekan, sehingga menciptakan libur panjang atau long weekend.

Momentum ini dinilai sangat ideal untuk melepas penat dari rutinitas sekaligus merencanakan perjalanan wisata bersama keluarga maupun sahabat.

Salah satu destinasi yang layak masuk radar wisatawan adalah Banyuwangi.

Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini dikenal dengan julukan The Sunrise of Java karena menawarkan keindahan alam yang lengkap, mulai dari pantai eksotis, pegunungan megah, hingga kekayaan budaya yang khas.

Agar waktu liburan singkat tetap maksimal, perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci utama.

Berikut rekomendasi perjalanan wisata empat hari di Banyuwangi yang dapat menjadi panduan selama libur panjang Isra Miraj 2026.

NAIK PERAHU: Wisatawan asal Surabaya menikmati keindahan Pulau Bedil, yang lokasinya tak jauh dari Pantai Mustika, Pesanggaran, Jumat (26/12).
NAIK PERAHU: Wisatawan asal Surabaya menikmati keindahan Pulau Bedil, yang lokasinya tak jauh dari Pantai Mustika, Pesanggaran, Jumat (26/12).

Hari Pertama: Eksotisme Pantai Selatan Banyuwangi

Hari pertama dapat dimulai dengan menyusuri wilayah selatan Banyuwangi yang terkenal akan deretan pantainya yang masih alami.

Pasir putih bersih dan air laut jernih menjadi ciri khas kawasan ini. Salah satu destinasi unggulan adalah Pulau Mbedil, sebuah pulau kecil yang menyuguhkan panorama menawan.

Pulau Mbedil kerap dijuluki sebagai “Raja Ampat-nya Banyuwangi” karena memiliki gugusan pulau-pulau kecil dengan laguna hijau kebiruan yang memanjakan mata.

Suasana pulau yang masih asri membuat wisatawan bisa menikmati ketenangan sekaligus keindahan alam yang autentik.

Tak jauh dari Pulau Mbedil, wisatawan dapat singgah di Pantai Mustika. Pantai ini menjadi titik penyeberangan menuju Pulau Mbedil sekaligus lokasi ideal untuk beristirahat dan menikmati santapan laut.

Aneka hidangan seafood segar dengan bumbu khas lokal tersedia di kawasan ini, cocok untuk mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan.

Wisatawan Ijen berfoto dengan latar belakang kawah sebelum muncul gas beracun pekan lalu.
Wisatawan Ijen berfoto dengan latar belakang kawah sebelum muncul gas beracun pekan lalu.

Hari Kedua: Pesona Kawah Ijen dan Wisata Budaya

Memasuki hari kedua, perjalanan dilanjutkan ke kawasan dataran tinggi yang kerap disebut sebagai “Banyuwangi Lantai Dua”, yakni Gunung Ijen.

Kawah Ijen merupakan destinasi kelas dunia yang sudah dikenal wisatawan mancanegara.

Daya tarik utamanya adalah danau kawah berwarna hijau zamrud yang tampak kontras dengan lanskap pegunungan di sekitarnya.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati matahari terbit dari puncak, pendakian disarankan dimulai sejak dini hari agar bisa menyaksikan panorama sunrise yang dramatis.

Setelah lelah mendaki, wisatawan dapat bersantai di Taman Gandrung Terakota.

Destinasi budaya ini menghadirkan ratusan patung penari Gandrung yang terbuat dari tembikar dan ditata artistik di area persawahan hijau.

Pemandangan tersebut merepresentasikan kekayaan seni dan budaya Banyuwangi yang berpadu harmonis dengan alam.

Hari Ketiga: Wisata Bahari di Pantai Utara

Hari ketiga menjadi waktu yang tepat untuk menjelajahi sisi utara Banyuwangi, tepatnya di kawasan Pantai Grand Watudodol (GWD) dan Pulau Tabuhan. Pantai GWD dikenal sebagai kawasan konservasi terpadu yang memiliki pusat edukasi terumbu karang.

Kejernihan air laut di kawasan ini memungkinkan wisatawan menikmati keindahan bawah laut bahkan dari atas perahu.

Terumbu karang yang terjaga dengan baik menjadikan GWD sebagai lokasi favorit untuk snorkeling dan wisata edukatif.

Petualangan berlanjut dengan menyeberang ke Pulau Tabuhan, sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang terletak di timur laut GWD.

Pulau ini menawarkan gradasi warna air laut yang memesona, mulai dari putih transparan hingga biru pekat. Aktivitas seperti snorkeling, berenang, hingga berburu foto di garis pantai menjadi agenda favorit wisatawan.

Grand Watudodol (GWD) Banyuwangi diyakini menjadi jujukan wisatawan selama libur Nataru nanti. Dari bibir Pantai GWD, pengunjung bisa naik perahu menuju Pulau Tabuhan.
Grand Watudodol (GWD) Banyuwangi diyakini menjadi jujukan wisatawan selama libur Nataru nanti. Dari bibir Pantai GWD, pengunjung bisa naik perahu menuju Pulau Tabuhan.

Hari Keempat: Menyusuri Kota dan Jejak Sejarah

Pada hari terakhir, wisatawan dapat menikmati suasana kota Banyuwangi dengan ritme yang lebih santai. Beragam bangunan bersejarah dapat dijadikan destinasi penutup liburan.

Salah satunya adalah Pendopo Sabha Swagata Blambangan, rumah dinas Bupati Banyuwangi yang memiliki arsitektur khas dan terbuka untuk umum.

Di kawasan pendopo, wisatawan juga dapat melihat Sumur Sritanjung yang sarat akan nilai sejarah dan legenda masyarakat setempat.

Mengakhiri perjalanan di pusat kota memberikan kesempatan untuk lebih mengenal kehidupan lokal serta membeli oleh-oleh khas Banyuwangi.

Dengan perpaduan wisata alam, budaya, dan bahari, Banyuwangi menawarkan pengalaman liburan yang lengkap dalam waktu singkat.

Long weekend Isra Miraj 2026 pun menjadi momentum tepat untuk menjelajahi pesona The Sunrise of Java secara lebih mendalam dan berkesan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#itinerary #libur Isra Mikraj #long weekend #banyuwangi