RADARBANYUWANGI.ID - Taman Nasional Baluran yang berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dikenal luas sebagai salah satu kawasan konservasi paling ikonik di Indonesia.
Dijuluki Africa van Java, Baluran menawarkan panorama alam khas savana yang luas, panas, kering, dan eksotis, mirip dengan bentang alam Benua Afrika.
Tak hanya sekadar kawasan pelestarian flora dan fauna, Taman Nasional Baluran juga menyimpan beragam destinasi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi.
Mulai dari savana, hutan tropis, pantai, hingga keindahan bawah laut, semuanya bisa dinikmati dalam satu kawasan.
Secara umum, terdapat dua jalur utama untuk memasuki kawasan Taman Nasional Baluran, yakni jalur barat dan jalur selatan.
Jalur barat dapat ditempuh melalui Karangtekok, Sumberwaru, Situbondo, tepatnya di pertigaan Jalur Pantura sebelum hutan Baluran.
Jalur ini mengarah ke sejumlah destinasi seperti Bilik, Sijile, Merak, Lempuyang, Sirondo, dan Cimacan.
Sementara itu, jalur selatan atau pintu masuk sisi timur dapat ditempuh melalui kawasan Batangan, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.
Lokasinya berdekatan dengan Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Jalur ini menjadi favorit wisatawan yang datang dari arah Banyuwangi.
Berikut tujuh destinasi wisata unggulan di Taman Nasional Baluran yang bisa dijelajahi jika masuk melalui jalur selatan atau dari arah Wongsorejo, Banyuwangi.
1. Goa Jepang
Goa Jepang menjadi destinasi pertama yang ditemui di pintu masuk sisi selatan Taman Nasional Baluran. Bangunan bersejarah ini terletak di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.
Goa tersebut dibangun pada tahun 1941, pada masa pendudukan Jepang. Hingga kini, struktur bangunannya masih tampak kokoh dan relatif tidak mengalami perubahan bentuk.
Dengan luas sekitar 12 meter persegi, goa ini dahulu difungsikan sebagai tempat penyimpanan amunisi sekaligus benteng pertahanan tentara Jepang.
Keberadaannya menjadi saksi bisu sejarah penjajahan di wilayah Baluran.
2. Hutan Evergreen
Memasuki kawasan Baluran, pengunjung akan disambut oleh hutan evergreen yang membentuk lorong hijau alami. Jalur ini merupakan satu-satunya akses menuju Padang Savana Bekol.
Hutan evergreen menjadi habitat berbagai flora dan fauna langka.
Jika beruntung, pengunjung bisa menjumpai ayam hutan, rusa, kupu-kupu, hingga berbagai jenis pohon tropis yang tumbuh rapat, menciptakan suasana teduh dan sejuk di tengah kawasan kering Baluran.
3. Savana Bekol
Setelah melewati hutan evergreen, wisatawan akan tiba di ikon utama Taman Nasional Baluran, yakni Savana Bekol.
Hamparan padang rumput luas ini berada pada ketinggian sekitar 64 meter di atas permukaan laut.
Di Baluran terdapat dua jenis savana, yaitu flat savana (padang rumput datar) dan undulating savana (padang rumput bergelombang).
Flat savana banyak ditemukan di wilayah Plalangan dan Bekol dengan luas mencapai sekitar 2.000 hektare.
Savana Bekol menjadi habitat satwa liar seperti banteng, kerbau liar, rusa, kijang, babi hutan, merak, dan ayam hutan.
Pagi dan sore hari menjadi waktu terbaik untuk menyaksikan aktivitas satwa di kawasan ini.
4. Menara Pandang
Di kawasan Bekol juga terdapat Menara Pandang yang berada di sisi utara penginapan savana. Menara ini dirancang khusus sebagai titik observasi satwa liar.
Dari atas menara, pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Baluran, hamparan savana Bekol, Selat Bali, serta aktivitas satwa yang berkeliaran bebas.
Pemandangan dari ketinggian ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi pecinta fotografi alam.
5. Pantai Bama
Pantai Bama terletak sekitar tiga kilometer ke arah timur dari Savana Bekol. Pantai ini memiliki pasir putih yang landai dengan formasi terumbu karang dan ikan hias yang indah.
Di sekitar Pantai Bama, pengunjung kerap menjumpai berbagai satwa seperti kerbau liar yang minum di tepi pantai, rusa dan kijang, babi hutan, biawak, hingga ratusan kera yang aktif mencari makan saat air laut surut.
Pantai ini juga cocok untuk berenang, snorkeling, diving, hingga berkano menyusuri kawasan mangrove.
6. Dermaga Mangrove Bama
Tak jauh dari Pantai Bama, terdapat Dermaga Mangrove yang membelah kawasan hutan mangrove hingga ke bibir pantai. Hutan mangrove di Baluran dikenal masih sangat alami dan terjaga.
Di kawasan ini, pengunjung bisa menjumpai berbagai jenis mangrove seperti api-api, bogem, bakau, serta tegakan murni ceriops tagal dan rhizophora apiculata.
Di Baluran juga pernah berdiri pohon soneratia terbesar di dunia dengan keliling mencapai sekitar 450 sentimeter.
7. Perairan Bama
Perairan Pantai Bama menjadi surga bagi pecinta snorkeling. Hamparan pasir putih membentang hingga 300 meter ke arah Selat Bali dengan terumbu karang alami yang masih terjaga.
Menariknya, pengunjung dapat menikmati keindahan bawah laut tanpa harus menyewa perahu.
Cukup berjalan sekitar 100 hingga 200 meter ke tengah laut, beragam ikan hias dan karang sudah bisa dinikmati. Bagi yang ingin eksplorasi lebih jauh, tersedia juga layanan sewa perahu.
Dengan keanekaragaman destinasi alam yang ditawarkan, Taman Nasional Baluran layak menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Timur.
Dari savana eksotis hingga pesona laut dan mangrove, Baluran benar-benar menghadirkan sensasi berwisata ala Afrika di ujung timur Pulau Jawa. (*)
Editor : Ali Sodiqin