RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kinerja positif Stasiun Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, stasiun ini melayani total 53.646 penumpang, baik yang berangkat maupun tiba.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa jumlah tersebut terdiri atas 25.605 pelanggan naik dan 28.041 pelanggan turun.
“Capaian ini menunjukkan konsistensi peran Stasiun Ketapang sebagai simpul penting pergerakan masyarakat dan wisatawan di wilayah ujung timur Pulau Jawa,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (9/1/2025).
Menurut Anne, tingginya arus penumpang selama libur akhir tahun mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang terjadwal, aman, dan nyaman.
“Kereta api dinilai mampu mendukung kelancaran mobilitas, terutama pada periode dengan lonjakan perjalanan,” imbuhnya.
Posisi Strategis di Wilayah Daop 9 Jember
Selama Nataru 2025/2026, volume penumpang Stasiun Ketapang tercatat sebagai yang tertinggi ketiga di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember.
Peringkat pertama ditempati Stasiun Jember dengan 131.508 penumpang, disusul Stasiun Banyuwangi yang melayani lebih dari 62 ribu penumpang naik dan turun.
Secara keseluruhan, Daop 9 Jember melayani 207.980 pelanggan naik, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Jumlah penumpang turun juga mengalami kenaikan, mencapai 208.965 orang.
“Tren ini sejalan dengan kinerja nasional KAI yang melayani lebih dari 4,17 juta pelanggan selama Nataru 2025/2026, tumbuh dua digit dibandingkan periode sebelumnya,” terang Anne.
Layanan Kereta Api dengan Okupansi Tinggi
Stasiun Ketapang dilayani berbagai kereta api jarak jauh dengan tingkat keterisian yang terjaga.
Pada relasi Malang–Jember–Ketapang, KA Ijen Ekspres melayani ribuan pelanggan kelas eksekutif dan ekonomi.
KA Tawang Alun pada relasi yang sama mencatat tingkat okupansi hingga 105 persen.
Sementara itu, pada relasi Surabaya–Jember–Ketapang, KA Mutiara Timur dan KA Probowangi menunjukkan okupansi di atas 100 persen.
Variasi jadwal keberangkatan, termasuk layanan malam hari, dimanfaatkan masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan selama liburan.
Selain kereta jarak jauh, Stasiun Ketapang juga melayani KA lokal Pandanwangi relasi Jember–Ketapang pulang-pergi, serta KA Sri Tanjung yang menghubungkan Yogyakarta dan Banyuwangi untuk perjalanan lintas provinsi.
Dukungan terhadap Pariwisata Banyuwangi
Anne menambahkan bahwa pergerakan penumpang di Stasiun Ketapang tidak terlepas dari daya tarik Banyuwangi sebagai destinasi wisata.
“Dari stasiun ini, wisatawan melanjutkan perjalanan menuju kawasan pantai dan bahari seperti Pantai Watu Dodol, Pantai Boom, dan Bangsring Underwater, serta pusat kota dengan ragam kuliner khas,” pungkasnya.
Konektivitas kereta api hingga Stasiun Ketapang dinilai mendukung kelancaran mobilitas, pariwisata, dan aktivitas ekonomi daerah.
Kereta api menjadi bagian penting dari rangkaian perjalanan wisata yang aman, nyaman, dan terintegrasi, terutama pada momentum libur nasional seperti Natal dan Tahun Baru.
Editor : Lugas Rumpakaadi