Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lebih Praktis, 75 Persen Pelanggan KAI Nataru Gunakan Access by KAI

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:33 WIB
Sebanyak 75 persen pelanggan KAI Nataru 2025/2026 membeli tiket via Access by KAI.
Sebanyak 75 persen pelanggan KAI Nataru 2025/2026 membeli tiket via Access by KAI.

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat tingginya pemanfaatan layanan digital selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dari total 4.179.095 pelanggan, sebanyak 3.432.968 pelanggan atau sekitar 75,12 persen melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan Access by KAI telah menjadi kanal utama pilihan masyarakat dalam merencanakan perjalanan kereta api.

Tingginya angka transaksi digital ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan KAI yang praktis, cepat, dan terintegrasi.

Perubahan Gaya Hidup Digital Masyarakat

Menurut Anne, perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin digital terlihat jelas selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Jumlah pelanggan pada periode ini tumbuh 12,02 persen dibandingkan angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 3.730.584 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari kemudahan akses layanan digital yang memungkinkan pelanggan merencanakan perjalanan secara mandiri dan efisien.

Access by KAI Lebih dari Sekadar Aplikasi Tiket

Anne menjelaskan bahwa Access by KAI dirancang sebagai pusat kendali perjalanan pelanggan, bukan hanya sebagai aplikasi pembelian tiket.

Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat melakukan pembelian, penjadwalan ulang, hingga pembatalan tiket tanpa harus datang ke stasiun, selama tiket terdaftar atas nama pribadi atau salah satu penumpang dalam kode booking.

Selain itu, Access by KAI juga menghadirkan ekosistem layanan digital yang terintegrasi.

Dalam satu aplikasi, pelanggan dapat memesan hotel, menggunakan layanan E-Porter, melakukan pembayaran listrik, serta mengakses konektivitas antarmoda seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek.

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Gelar Panen Raya Jagung Kuartal I 2025, Hasilkan 126 Ton

Fitur Inovatif Dukung Efisiensi dan Keberlanjutan

Sebagai bagian dari komitmen terhadap efisiensi dan keberlanjutan layanan, Access by KAI dilengkapi dengan fitur Carbon Footprint serta pendaftaran face recognition boarding yang kini tersedia di 22 stasiun.

Fitur ini mempercepat proses boarding dan meningkatkan kenyamanan, terutama pada periode dengan volume penumpang tinggi seperti Natal dan Tahun Baru.

Kinerja Operasional dan Tingkat Keterisian

Dari sisi operasional, kereta api jarak jauh melayani 3.392.439 pelanggan atau setara 122,9 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Sementara itu, kereta api lokal melayani 786.656 pelanggan atau 105,6 persen dari kapasitas.

Tingkat keterisian yang melampaui kapasitas ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, khususnya pada layanan kereta api lokal yang memungkinkan naik dan turun penumpang di beberapa stasiun dalam satu perjalanan.

Komitmen KAI Perkuat Transformasi Digital

KAI menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan kereta api sebagai moda transportasi andalan selama periode Natal dan Tahun Baru.

Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus memperkuat layanan digital, memperluas integrasi antarmoda, serta meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan.

Transformasi digital ini dijalankan secara berkelanjutan agar layanan kereta api semakin relevan, nyaman, dan menjadi bagian dari gaya hidup mobilitas masyarakat Indonesia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Access by KAI #Kereta Api #Nataru