Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Jadi Pusat Mobilitas Kereta Api Daop 9 Jember Saat Libur Nataru, Hampir Separuh Penumpang Terlayani

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 7 Januari 2026 | 08:00 WIB
Penumpang menunjukkan tiket kepada petugas sebelum naik kereta api dari Stasiun Banyuwangi Kota, Selasa (6/1).
Penumpang menunjukkan tiket kepada petugas sebelum naik kereta api dari Stasiun Banyuwangi Kota, Selasa (6/1).

RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi menjadi kabupaten dengan angka naik turun penumpang kereta api tertinggi di wilayah Daops 9 Jember selama libur Nataru.

Dari lima kabupaten, Banyuwangi mencatat mobilitas paling masif dibanding kabupaten/kota lain di wilayah Daop 9.

Secara kumulatif Daop 9 melayani sekitar 416 ribu penumpang selama masa Nataru.  Dari jumlah tersebut, penumpang yang berangkat mencapai sekitar 207 ribu orang dan yang tiba sekitar 208 ribu orang.

“Berdasarkan sebaran penumpang berangkat dan tiba, Kabupaten Banyuwangi menjadi yang tertinggi,” ujar Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

Total penumpang naik dan turun di Banyuwangi tercatat mencapai 207.586 orang atau sekitar 49 persen dari total kumulatif penumpang Nataru di Daop 9 Jember.

Stasiun Banyuwangi Kota menjadi yang paling sibuk dengan jumlah penumpang naik turun sekitar 62 ribu orang.  Disusul Stasiun Ketapang dan Stasiun Kalisetail.

Menariknya, Stasiun Kalisetail yang tergolong stasiun kecil justru mencatatkan angka signifikan, melayani sekitar 39 ribu penumpang. Sedangkan wilayah lain di Daop 9 Jember mencatatkan angka penumpang yang lebih kecil.

Kabupaten Jember sebagai pusat administrasi Daop 9 mencatat angka penumpang tunggal tertinggi dengan total 168.323 penumpang, yang sebagian besar terpusat di Stasiun Jember sebanyak 131.508 penumpang.

Kota Probolinggo melayani 20.598 penumpang yang seluruhnya terpusat di Stasiun Probolinggo.

 Kabupaten Lumajang mencatat 10.808 penumpang melalui Stasiun Klakah, sedangkan Kota Pasuruan melayani 9.630 penumpang di Stasiun Pasuruan.

Cahyo menambahkan, tingginya mobilitas penumpang di Banyuwangi dipengaruhi banyaknya stasiun aktif yang melayani naik turun penumpang.

Yakni sekitar enam stasiun. Selain itu, jumlah perjalanan kereta api menuju Banyuwangi juga terus bertambah.

“Ada KA Ijen Ekspres, perpanjangan relasi KA Blambangan Ekspres, KA Mutiara Timur reguler, serta KA Mutiara Timur tambahan yang berjalan fakultatif selama Nataru,” jelasnya.

Selama masa Nataru, total terdapat 26 perjalanan KA di wilayah Daop 9 Jember, terdiri dari 24 KA reguler dan dua KA tambahan. Khusus yang melayani Banyuwangi, ada sekitar 22 perjalanan KA.

“Hanya KA Ranggajati dan KA Pandalungan yang tidak sampai Banyuwangi. Sekitar 80 persen perjalanan KA di Daop 9 berawal atau berakhir di Banyuwangi,” tegas Cahyo.

Untuk layanan, KA PSO yang paling banyak digunakan masyarakat adalah KA Sri Tanjung dan KA Probowangi.

 PSO (Public Service Obligation) adalah bentuk dukungan dari pemerintah agar masyarakat bisa naik kereta dengan harga terjangkau

Sementara KA jarak jauh komersial favorit penumpang yakni KA Blambangan Ekspres dan KA Wijaya Kusuma.

Melihat pertumbuhan penumpang yang mencapai 11 persen selama Nataru, pertumbuhan kapasitas tempat duduk hanya sekitar 5–7 persen, KAI Daop 9 Jember kini mengkaji penambahan relasi dan perjalanan KA baru dari Banyuwangi ke sejumlah kota.

“Artinya masih ada peluang pasar yang besar untuk dikembangkan, khususnya dari dan menuju Banyuwangi,” pungkasnya. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Libur Nataru #wisatawan #Kereta Api #banyuwangi