Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Libur Nataru 2026, Banyuwangi Jadi Tujuan Favorit Penumpang Kereta Api di Daop 9 Jember

Ali Sodiqin • Selasa, 6 Januari 2026 | 22:15 WIB

Libur Nataru 2026, Banyuwangi jadi tujuan favorit penumpang KA. Hampir 49 persen pergerakan penumpang Daop 9 Jember terpusat di Banyuwangi.
Libur Nataru 2026, Banyuwangi jadi tujuan favorit penumpang KA. Hampir 49 persen pergerakan penumpang Daop 9 Jember terpusat di Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID - Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi favorit penumpang kereta api di wilayah Jawa Timur.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat, Kabupaten Banyuwangi menjadi wilayah dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi selama masa angkutan Nataru.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan tingginya mobilitas penumpang ke Banyuwangi tidak lepas dari daya tarik pariwisata yang terus berkembang, serta kemudahan akses transportasi berbasis rel.

“Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai potensi pariwisatanya membuat masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk menuju Banyuwangi,” ujar Cahyo, Selasa (6/1/2026).

Secara keseluruhan, KAI Daop 9 Jember selama masa Nataru melayani penumpang berangkat dan tiba mencapai sekitar 416 ribu orang. Dari jumlah tersebut, hampir separuh pergerakan penumpang terpusat di Banyuwangi.

“Tercatat sekitar 207 ribu penumpang atau sekitar 49 persen dari total kumulatif penumpang Nataru berangkat dan tiba di wilayah Kabupaten Banyuwangi,” jelasnya.

Berdasarkan data per stasiun, Stasiun Banyuwangi Kota tercatat sebagai stasiun paling sibuk dengan jumlah penumpang naik dan turun mencapai sekitar 62 ribu orang.

Posisi berikutnya ditempati Stasiun Ketapang dengan sekitar 53 ribu penumpang, disusul Stasiun Kalisetail sekitar 39 ribu penumpang, serta Stasiun Rogojampi dengan 32 ribu penumpang.

Menariknya, Stasiun Kalisetail yang selama ini dikenal sebagai stasiun kecil justru mencatatkan lonjakan penumpang yang signifikan.

“Stasiun Kalisetail yang tergolong stasiun kecil justru potensinya luar biasa. Bahkan jumlah penumpangnya mengungguli Stasiun Rogojampi,” ungkap Cahyo.

Dari sisi layanan, kereta api bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) menjadi pilihan utama masyarakat.

Dua KA yang paling banyak digunakan selama masa Nataru adalah KA Sri Tanjung dan KA Probowangi, yang keduanya memiliki relasi awal dan akhir perjalanan di Banyuwangi.

Sementara itu, untuk kategori kereta api jarak jauh komersial, KA Blambangan Ekspres dan KA Wijaya Kusuma tercatat sebagai favorit penumpang selama libur panjang akhir tahun.

Cahyo menjelaskan, tingginya jumlah penumpang di Banyuwangi dipengaruhi oleh beberapa faktor strategis.

Salah satunya adalah jumlah stasiun aktif yang cukup banyak. Saat ini terdapat sekitar enam stasiun di Banyuwangi yang melayani naik dan turun penumpang.

Selain itu, jumlah perjalanan kereta api menuju Banyuwangi juga terus mengalami penambahan.

Saat ini Banyuwangi dilayani oleh KA Ijen Ekspres, perpanjangan relasi KA Blambangan Ekspres, KA Mutiara Timur reguler, serta KA Mutiara Timur tambahan yang beroperasi secara fakultatif selama masa Nataru.

“Total perjalanan KA selama masa Nataru di wilayah Daop 9 Jember ada 26 perjalanan, terdiri dari 24 KA reguler dan dua KA tambahan. Khusus yang melayani Banyuwangi, jumlahnya sekitar 22 perjalanan,” paparnya.

Ia menambahkan, sekitar 80 persen perjalanan KA di wilayah Daop 9 Jember berawal atau berakhir di Banyuwangi.

Hanya dua KA, yakni KA Ranggajati dan KA Pandalungan, yang tidak melayani hingga ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Melihat tren peningkatan penumpang yang cukup signifikan, KAI Daop 9 Jember saat ini tengah mengkaji penambahan relasi dan perjalanan kereta api baru dari dan menuju Banyuwangi ke sejumlah kota besar.

“Selama Nataru ini, pertumbuhan penumpang mencapai sekitar 11 persen, sementara pertumbuhan kapasitas tempat duduk hanya berkisar 5–7 persen. Artinya masih ada peluang pasar yang besar untuk kami kembangkan,” kata Cahyo.

Sebagai bentuk kesiapan layanan, KAI juga telah melakukan sejumlah penataan fasilitas. Penataan telah dilakukan di Stasiun Ketapang dan Stasiun Banyuwangi Kota, sementara penataan Stasiun Kalisetail hingga kini masih terus berlangsung untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api menuju Banyuwangi selama libur Nataru.

Menurutnya, peningkatan aksesibilitas transportasi menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Akses transportasi yang semakin baik berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah,” ujar Ipuk.

Dengan tren mobilitas yang terus meningkat, Banyuwangi diproyeksikan tetap menjadi magnet utama pergerakan penumpang kereta api di wilayah Daop 9 Jember pada tahun-tahun mendatang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Libur Nataru #banyuwangi #Jujugan Wisatawan