RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat kinerja positif selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Tingkat keterisian atau okupansi penumpang mencapai 127,9 persen dari kapasitas tempat duduk, disertai pencapaian nihil kecelakaan atau zero accident sepanjang periode operasional.
Executive Vice President PT KAI Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono, menjelaskan bahwa tingginya okupansi tersebut mencerminkan tingginya mobilitas penumpang secara dinamis.
Penumpang tidak hanya melakukan perjalanan dari satu kota ke kota tujuan akhir, tetapi juga naik dan turun di berbagai stasiun antara selama periode 18 hari operasi, yakni sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Menurut Hendra, keberhasilan mempertahankan zero accident di tengah lonjakan volume penumpang merupakan capaian tersendiri.
Seluruh rangkaian Angkutan Nataru 2025/2026 di wilayah Daop 2 Bandung dapat berjalan aman, lancar, dan tanpa kecelakaan perjalanan kereta api.
Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pengguna jasa tidak mengurangi standar keselamatan operasional yang diterapkan.
Secara kumulatif, KAI Daop 2 Bandung melayani 548.860 penumpang selama masa libur panjang tersebut.
Jumlah ini melampaui target Program Angkutan Nataru yang ditetapkan sebanyak 525.029 pelanggan atau setara 104,5 persen.
Capaian ini juga tumbuh signifikan, yakni 107,8 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2024.
Data operasional menunjukkan bahwa puncak kepadatan penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan, terjadi serentak pada 28 Desember 2025.
Menariknya, pergerakan penumpang tidak hanya terpusat di stasiun besar seperti Bandung dan Kiaracondong.
Sejumlah stasiun lokal, antara lain Cianjur dan Cipatat, masuk dalam lima besar stasiun tersibuk bersama Stasiun Tasikmalaya.
Kondisi tersebut mengindikasikan meratanya aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah Jawa Barat bagian selatan dan barat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan, Daop 2 Bandung mengoperasikan total 29 perjalanan kereta api jarak jauh, termasuk empat perjalanan KA tambahan.
Dari layanan tersebut, total tiket terjual mencapai 367.366 lembar.
Hendra menambahkan, pencapaian zero accident di tengah kepadatan lalu lintas kereta api merupakan hasil dari pemeriksaan sarana yang intensif serta kesiagaan personel di seluruh lintasan.
Upaya ini menjadi bukti komitmen KAI dalam menjaga keselamatan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan transportasi kereta api nasional.
Editor : Lugas Rumpakaadi