RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terus menghadirkan destinasi wisata alam baru yang menarik untuk dikunjungi.
Salah satunya adalah Pantai Dubibir yang berada di Desa Ketah, Kecamatan Suboh.
Pantai ini kini mulai mencuri perhatian wisatawan lokal karena menawarkan pengalaman berlibur berbeda, memadukan pesona pantai dengan keindahan hutan mangrove yang tertata rapi.
Pantai Dubibir berjarak sekitar 6 kilometer dari Kecamatan Besuki, sekitar 39 kilometer dari pusat Kota Situbondo, dan kurang lebih 153 kilometer dari Kota Surabaya.
Lokasinya yang berada di jalur utama pantura Situbondo membuat destinasi ini mudah dijangkau oleh wisatawan dari berbagai daerah.
Akses Mudah, Bisa Dijangkau Transportasi Umum
Untuk menuju Pantai Dubibir, wisatawan dapat menggunakan transportasi umum berupa bus dari arah Kota Situbondo maupun dari arah sebaliknya.
Penumpang cukup turun tepat di depan Balai Desa Ketah, Kecamatan Suboh.
Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan menggunakan ojek menuju pintu masuk kawasan wisata Pantai Dubibir.
Kemudahan akses juga ditunjang dengan adanya banner besar dan papan petunjuk arah di tepi jalan raya Situbondo.
Penanda tersebut memudahkan wisatawan yang baru pertama kali berkunjung agar tidak kesulitan menemukan lokasi pantai.
Jembatan Kayu Ikonik, Spot Favorit Berfoto
Salah satu daya tarik utama Pantai Dubibir adalah jembatan kayu yang harus dilalui pengunjung sebelum tiba di area pantai.
Jembatan ini didesain dengan konsep modern dan estetik, membentang di antara kawasan mangrove.
Tak hanya berfungsi sebagai akses, jembatan kayu tersebut juga menjadi spot foto favorit bagi wisatawan.
Dengan latar pepohonan mangrove dan panorama alam sekitar, jembatan ini kerap dijadikan tempat berswafoto oleh pengunjung yang datang, terutama anak muda.
Keindahan Mangrove hingga Bibir Pantai
Setelah menyusuri jembatan kayu, wisatawan akan langsung disambut panorama Pantai Dubibir yang alami dan menenangkan.
Di sisi barat pantai, tampak susunan pohon mangrove yang ditanam rapi hingga mendekati bibir pantai.
Vegetasi mangrove yang tertata tersebut menciptakan pemandangan yang unik dan berbeda dari pantai pada umumnya.
Perpaduan warna hijau mangrove, birunya langit, dan hamparan pasir pantai menciptakan lanskap alami yang menyejukkan mata.
Surga Pemburu Senja
Keindahan Pantai Dubibir semakin terasa saat sore hari. Posisi pantai yang menghadap ke barat membuatnya menjadi lokasi ideal untuk menikmati matahari terbenam.
Rona merah dan jingga senja berpadu dengan siluet mangrove, menciptakan suasana romantis dan menenangkan.
Tak heran jika Pantai Dubibir kerap disebut sebagai surga bagi para pemburu senja.
Banyak pengunjung sengaja datang menjelang petang untuk menikmati momen matahari tenggelam sambil bersantai di tepi pantai.
Alternatif Wisata Mangrove Tanpa Harus Jauh
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana hutan mangrove tanpa harus pergi jauh ke luar daerah, Pantai Dubibir bisa menjadi pilihan tepat.
Selain menawarkan panorama alam yang indah, kawasan ini juga cocok untuk wisata edukasi tentang ekosistem mangrove.
Dengan akses yang mudah, pemandangan yang eksotis, serta suasana yang masih alami, Pantai Dubibir berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan baru di Situbondo.
Ke depan, pengembangan fasilitas dan promosi diharapkan dapat semakin meningkatkan daya tarik pantai ini bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. (*)
Editor : Ali Sodiqin