RADARBANYUWANGI.ID - Sebanyak 8.952 wisatawan melakukan pendakian ke kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen Banyuwangi, Jawa Timur, selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Jumlah tersebut tercatat mulai periode Minggu (21/12) hingga Kamis (1/1) awal tahun, dengan didominasi hampir 90 persen pengunjung merupakan wisatawan lokal.
Ijen tetap ramai meski fenomena blue fire yang menjadi ikon utama terpantau redup selama Nataru.
Kunjungan wisatawan selama libur Nataru mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Ramainya pendakian menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengisi waktu libur akhir tahun dengan berwisata alam.
“Pada periode libur Nataru, pengunjung TWA Ijen memang lebih ramai dibandingkan hari biasanya,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Wilayah 15 TWA Ijen, Dwi P Sugiarto.
Dari total 8.952 pendaki, sebanyak 8.223 orang merupakan wisatawan lokal. Sementara sisanya merupakan wisatawan mancanegara.
Lonjakan pengunjung paling tinggi terjadi pada Sabtu (27/12) yang mencapai 1.243 orang.
Sementara pada Minggu (28/12), jumlah pendaki juga menembus angka 1.210 pendaki yang memadati jalur hingga puncak Ijen.
Dalam pengelolaan kunjungan, Dwi menegaskan bahwa seluruh wisatawan yang ingin mendaki diwajibkan melakukan pemesanan tiket secara daring melalui laman resmi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.
Adapun pembayaran tiket di loket pendakian dilakukan secara non tunai menggunakan sistem QRIS.
“Wisatawan yang ingin mendaki melakukan booking melalui website BBKSDA Jawa Timur. Kalau pembayaran tiket di loket, dilakukan menggunakan QRIS,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak semua wisatawan yang telah melakukan pemesanan secara daring akhirnya melakukan pendakian pada hari yang telah ditentukan. Namun demikian, wisatawan yang batal mendaki tidak dikenakan biaya tiket.
“Kadang-kadang memang yang sudah booking di website pada hari H pendakian sebagian wisatawan tidak jadi mendaki, akhirnya yang tidak jadi mendaki TWA Ijen tidak perlu membayar tiket,” ungkapnya
Lebih lanjut, Dwi mengatakan, petugas di lapangan secara rutin memberikan informasi kepada pengunjung dan pelaku wisata TWA Ijen menggunakan pengeras suara terkait standar operasional prosedur (SOP) pendakian.
Informasi tersebut disampaikan menyusul adanya peningkatan aktivitas tremor dari dasar kawah.
“Petugas memberikan informasi kepada pengunjung dan pelaku wisata TWA Ijen dengan adanya peningkatan aktivitas tremor dari dasar kawah, mewaspadai potensi keluarnya gas berbahaya serta potensi longsor dinding kawah, agar tetap menjaga batas aman kunjungan 500 meter sebelum dasar kawah,” pungkasnya. (M. Ksatrai Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin