Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lonjakan Penumpang Kereta Api Nataru, Cirebon Jadi Titik Transit Penting

Lugas Rumpakaadi • Senin, 5 Januari 2026 | 10:15 WIB
Cirebon jadi simpul strategis kereta api saat Nataru.
Cirebon jadi simpul strategis kereta api saat Nataru.

RADARBANYUWANGI.ID - Cirebon menegaskan perannya sebagai simpul strategis pergerakan wisata dan ekonomi nasional selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan layanan kereta api di wilayah ini, baik untuk perjalanan antarkota, antarprovinsi, maupun menuju destinasi wisata.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa aktivitas perjalanan selama libur panjang mencerminkan meningkatnya kebutuhan mobilitas sekaligus minat masyarakat terhadap wisata berbasis kereta api.

Kondisi tersebut terlihat dari padatnya arus naik dan turun penumpang di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan.

Dalam satu hari operasional selama periode Nataru, tercatat sebanyak 63 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan dari arah timur ke barat, serta 66 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan dari arah barat ke timur yang melayani kedua stasiun tersebut.

Layanan tambahan itu termasuk program penumpang motor gratis (Motis) yang mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi kendaraan roda dua antarwilayah.

Secara geografis, Cirebon memiliki posisi khas karena menghubungkan jalur utara Pulau Jawa seperti Jakarta dan Semarang dengan jalur selatan menuju Purwokerto dan Yogyakarta.

Peran ini menjadikan Cirebon sebagai titik transit penting bagi pelanggan yang melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah.

Berdasarkan data Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, volume pelanggan kumulatif selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 274.400 pelanggan, terdiri atas 136.081 pelanggan naik dan 138.319 pelanggan turun.

Pada Minggu, 4 Januari 2026 saja, pergerakan harian tercatat sebanyak 16.867 pelanggan.

Stasiun Cirebon mencatat volume kumulatif tertinggi dengan 114.821 pelanggan, sedangkan Stasiun Cirebon Prujakan melayani 45.232 pelanggan.

Data tersebut menegaskan kedua stasiun sebagai pintu masuk dan keluar utama kawasan Cirebon selama libur panjang.

Tingginya mobilitas juga tercermin dari capaian penjualan tiket.

Dari total kapasitas 74.988 tempat duduk, tiket yang terjual mencapai 81.244 tiket atau setara 108 persen.

Angka ini dipengaruhi oleh pola perjalanan penumpang yang dinamis, dengan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute kereta api.

Selain pergerakan domestik, Cirebon juga mencatat pertumbuhan wisatawan mancanegara.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 21.806 wisatawan asing tercatat menggunakan kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 3 Cirebon, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Stasiun Cirebon menjadi yang tertinggi dengan melayani 12.566 wisatawan mancanegara.

Konektivitas kereta api dinilai memudahkan wisatawan mengakses beragam destinasi unggulan, mulai dari kawasan keraton dan heritage, wisata religi, hingga pusat kuliner, serta kota penyangga seperti Majalengka, Indramayu, dan Kuningan.

Pergerakan wisatawan ini turut mendorong aktivitas ekonomi lokal, termasuk UMKM, pedagang kuliner, perajin, serta penyedia jasa transportasi dan akomodasi.

Secara nasional, penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 telah mencapai lebih dari 4,13 juta tiket atau meningkat 10,86 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Cirebon menjadi contoh nyata simpul transportasi berbasis kereta api mampu menjaga kelancaran mobilitas sekaligus menggerakkan pariwisata dan ekonomi daerah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kereta Api #Nataru #cirebon