RADARBANYUWANGI.ID - Upaya pelestarian lingkungan yang digagas anak muda di Situbondo kini menjelma menjadi destinasi wisata baru.
Dawuhan Millenial Garden, obyek wisata yang berada di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, Jawa Timur, hadir sebagai wisata kota atau urban tourism yang menggabungkan edukasi lingkungan, penataan sungai, dan ruang rekreasi masyarakat.
Wisata ini digagas oleh Ikatan Pemuda Peduli Lingkungan (IPADULI) Dawuhan.
Sejak awal, tujuan utama pembentukannya bukan semata-mata menghadirkan tempat wisata, melainkan memanfaatkan dan mengelola aliran sungai untuk normalisasi sekaligus mendukung program Open Defecation Free (ODF).
Ketua IPADULI Dawuhan menyebutkan, keberadaan Dawuhan Millenial Garden berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi sungai di wilayah perkotaan yang kerap tercemar.
Melalui penataan kawasan sungai, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendapatkan ruang publik yang nyaman.
“Konsepnya adalah mengubah sungai menjadi ruang yang bermanfaat, bersih, dan bernilai ekonomi. Jadi bukan hanya mencegah ODF, tetapi juga memberi dampak sosial dan wisata,” ujarnya.
Secara geografis, Dawuhan Millenial Garden berada di tengah Kota Situbondo, sekitar 178 kilometer dari Kota Surabaya.
Lokasinya yang strategis membuat destinasi ini mudah diakses oleh warga lokal maupun wisatawan luar daerah.
Pengunjung dapat menjangkau lokasi menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, termasuk ojek dari pusat kota.
Daya tarik utama Dawuhan Millenial Garden terletak pada penataan aliran sungai sepanjang sekitar 200 meter. Sepanjang sungai tersebut, pengelola menghadirkan berbagai properti berbahan bambu yang dirancang kreatif dan ramah lingkungan.
Tema yang diusung pun beragam dan ikonik. Pengunjung dapat menemukan miniatur perahu pinisi, jembatan naga, miniatur Monas, miniatur patung Merlion Singapura, miniatur Menara Eiffel, hingga miniatur burung merak.
Aneka ornamen tersebut menjadi latar favorit bagi pengunjung untuk berswafoto.
Tak hanya itu, masih banyak spot foto lainnya yang ditampilkan dengan konsep kekinian, sehingga cocok bagi generasi muda maupun keluarga yang ingin menikmati suasana santai di tengah kota.
Penataan yang rapi dan estetis membuat kawasan ini kerap ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan.
Keberadaan Dawuhan Millenial Garden juga memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sungai yang sebelumnya kurang terawat kini lebih bersih dan tertata.
Masyarakat sekitar pun mulai terbiasa menjaga kebersihan dan tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah domestik.
Sebagai wisata kota, Dawuhan Millenial Garden menjadi contoh bahwa pengembangan pariwisata tidak selalu harus mengandalkan alam terbuka atau kawasan terpencil.
Dengan kreativitas dan kepedulian, ruang perkotaan pun bisa disulap menjadi destinasi wisata yang edukatif dan berkelanjutan.
Ke depan, pengelola berharap Dawuhan Millenial Garden dapat terus berkembang dengan penambahan fasilitas pendukung serta program edukasi lingkungan.
Selain menjadi tempat rekreasi, kawasan ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama tentang pentingnya menjaga sungai dan lingkungan perkotaan. (*)
Editor : Ali Sodiqin