RADARBANYUWANGI.ID - Memasuki hari terakhir masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, layanan kereta api Commuter Line di Wilayah 8 Surabaya mulai memasuki fase transisi.
Fokus pelayanan beralih dari dominasi wisatawan menuju pengguna rutin, seperti pekerja dan pelajar, yang akan kembali menjalani aktivitas harian.
KAI Commuter mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode Nataru.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa hingga Minggu, 4 Januari 2026, jumlah pengguna Commuter Line di wilayah Surabaya dan sekitarnya mencapai 965.783 orang.
Angka tersebut merupakan akumulasi pergerakan penumpang sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Menurut Karina, rata-rata volume pengguna harian kereta api Commuter Line selama Nataru mengalami kenaikan sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Rata-rata pengguna harian tercatat mencapai 53.655 orang, dengan tujuan perjalanan yang didominasi oleh kawasan wisata dan pusat perbelanjaan.
Lonjakan penumpang ini juga tercermin dari kepadatan di sejumlah stasiun utama.
Stasiun Surabaya Gubeng tercatat sebagai stasiun tersibuk dengan total volume penumpang mencapai 116.198 orang.
Posisi berikutnya ditempati oleh Stasiun Wonokromo dengan 84.239 orang, disusul Stasiun Malang sebanyak 67.454 orang, serta Stasiun Sidoarjo dengan 45.544 orang.
Seiring berakhirnya masa libur dan menjelang hari pertama kerja serta sekolah pada Senin, 5 Januari 2026, KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif.
Tujuannya adalah untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna kereta api Commuter Line.
Langkah tersebut antara lain berupa optimalisasi 50 perjalanan Commuter Line, kesiapan fasilitas layanan di stasiun, serta peningkatan kesiagaan petugas frontliner dan keamanan.
Selain itu, KAI Commuter juga melakukan antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi perjalanan kereta api.
Untuk mempermudah pengguna, KAI Commuter mengimbau masyarakat agar melakukan pemesanan tiket sejak H-7 keberangkatan.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi antrean dan memastikan perjalanan lebih tertata, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.
Di tengah tingginya mobilitas penumpang, KAI Commuter juga mengingatkan pengguna agar selalu menjaga barang bawaan pribadi serta mengawasi anak-anak selama berada di area stasiun maupun di dalam kereta api.
Kepadatan penumpang diperkirakan masih akan terjadi hingga Senin pagi seiring kembalinya aktivitas rutin masyarakat.
Sebagai bentuk pelayanan informasi, pengguna dapat mengakses layanan pelanggan KAI Commuter melalui call center 121 atau mengunjungi situs resmi KAI Commuter untuk memperoleh informasi terbaru terkait perjalanan, jadwal, dan layanan Commuter Line.
Menutup keterangannya, Karina mengimbau para pekerja dan pelajar yang akan kembali beraktivitas untuk tiba lebih awal di stasiun serta memastikan tiket telah dipesan sebelum keberangkatan.
Langkah tersebut dinilai penting agar perjalanan menggunakan kereta api Commuter Line dapat berlangsung dengan lebih lancar, aman, dan nyaman.
Editor : Lugas Rumpakaadi