RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat KA Joglosemarkerto sebagai kereta api terfavorit masyarakat selama masa angkutan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Tingginya minat pelanggan tercermin dari tingkat keterisian yang konsisten tinggi sepanjang periode liburan akhir tahun.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa berdasarkan data pemesanan tiket pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KA Joglosemarkerto menjadi pilihan utama perjalanan antarkota di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Layanan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan saat libur panjang.
Dalam keterangannya di Jakarta, Anne menyebutkan bahwa KA 187 Joglosemarkerto relasi Solo Balapan–Semarang Tawang dipesan oleh 38.989 pelanggan.
Sementara itu, KA 193 Joglosemarkerto relasi Solo Balapan–Solo Balapan mencatat sebanyak 33.689 pelanggan.
Angka tersebut menegaskan posisi KA Joglosemarkerto sebagai layanan kereta api favorit selama periode Nataru.
Menurut Anne, capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan KAI, khususnya pada aspek kenyamanan dan keandalan perjalanan.
KA Joglosemarkerto kerap dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari perjalanan keluarga, kunjungan wisata, hingga aktivitas sosial dan ekonomi antarkota.
Seluruh rangkaian KA Joglosemarkerto telah menggunakan kereta New Generation hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai.
Sarana ini menghadirkan interior modern, kursi ergonomis, pencahayaan yang nyaman, serta suasana kabin yang mendukung perjalanan jarak menengah, terutama pada periode libur panjang dengan durasi perjalanan yang padat.
Selain memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan, keberadaan KA Joglosemarkerto juga berkontribusi dalam menjaga kelancaran pergerakan masyarakat di wilayah Solo, Yogyakarta, Semarang, dan kota-kota sekitarnya selama Natal dan Tahun Baru.
Anne menambahkan bahwa tingginya volume penumpang turut mendorong pertumbuhan pariwisata dan perputaran ekonomi daerah.
Dampak positif tersebut dirasakan oleh berbagai sektor pendukung, seperti transportasi lanjutan, kuliner, penginapan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar stasiun.
Melalui layanan kereta api yang andal dan berkelanjutan, KAI terus berupaya menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus penggerak ekonomi regional, khususnya pada momentum strategis seperti libur Nataru.
Editor : Lugas Rumpakaadi