RADARBANYUWANGI.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi melakukan pemasangan barrier (penghalang) di tepi jalan raya depan Patung Gandrung yang berlokasi di kawasan Watudodol, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sedikitnya tujuh unit penghalang berbahan beton dipasang di tepi jalan yang berbatasan langsung dengan perairan Selat Bali tersebut.
Pemasangan barrier bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas. Tidak hanya itu, pemasangan beton penghalang tersebut dimaksudkan untuk mencegah kendaraan parkir di tepi jalan sehingga risiko longsor bisa diminimalkan.
Selama ini area di sekitar Patung Gandrung tersebut kerap dimanfaatkan oleh pengguna jalan, khususnya wisatawan, untuk berhenti dan parkir kendaraan.
Padahal, lokasi tersebut berada di jalur lalu lintas yang cukup padat serta memiliki kontur tanah yang rawan longsor.
Kepala Sub Koordinator (Kasubkor) Pengelola Perparkiran Dishub Banyuwangi Wahyuono Muji Laksono mengatakan bahwa pemasangan barrier merupakan langkah preventif demi keselamatan pengguna jalan.
“Pemasangan barrier ini kami lakukan untuk mencegah kendaraan parkir di lokasi yang tidak semestinya. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, area ini juga rawan longsor apabila dibebani kendaraan, terutama saat musim hujan,” ujarnya.
Wahyuono menambahkan, dengan adanya barrier diharapkan arus lalu lintas di kawasan Grand Watu Dodol menjadi lebih tertib dan aman.
Dishub juga terus melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang berhenti atau parkir di area terlarang.
“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas kami. Kami mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar mematuhi aturan lalu lintas dan menggunakan lokasi parkir yang telah disediakan,” imbaunya.
Wahyuono berharap, langkah ini dapat menciptakan kelancaran lalu lintas sekaligus menjaga keamanan di kawasan wisata Grand Watu Dodol.
“Kami juga mengimbau wisatawan yang berhenti di lokasi tersebut untuk tidak parkir di sisi timur jalan karena sudah disediakan rest area di sisi selatan Patung Gandrung,” jelasnya. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin