RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Situbondo kembali menghadirkan destinasi wisata berbasis desa yang sarat nilai sejarah dan kekayaan alam.
Salah satunya adalah Wisata Desa Patemon yang terletak di Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Desa ini menyimpan potensi unik berupa peninggalan megalitikum, lanskap alam yang asri, hingga aktivitas wisata edukatif berbasis kearifan lokal.
Secara geografis, Desa Patemon berjarak sekitar 21 kilometer dari wilayah Besuki, sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Situbondo, serta kurang lebih 170 kilometer dari Kota Surabaya.
Lokasinya dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Bagi wisatawan yang menggunakan angkutan umum, perjalanan dapat ditempuh dengan bus dari arah Kota Situbondo atau sebaliknya, kemudian turun di pertigaan Selowogo.
Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan menggunakan ojek atau ojek online menuju Desa Patemon.
Batu Mesagit dan Sarkofagus, Jejak Peradaban Masa Lampau
Daya tarik utama Wisata Desa Patemon terletak pada kekayaan situs purbakala yang masih terjaga hingga kini.
Salah satunya adalah Batu Mesagit, yakni batu berundak yang diyakini memiliki nilai historis tinggi dan menjadi saksi aktivitas manusia pada masa lampau.
Selain itu, Desa Patemon juga dikenal memiliki banyak temuan sarkofagus atau peti kubur dari zaman batu.
Menariknya, sarkofagus di wilayah ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dan terbanyak di Pulau Jawa.
Peninggalan tersebut tersebar di beberapa titik desa dan menjadi bukti kuat bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat aktivitas masyarakat prasejarah.
Keberadaan sarkofagus ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata sejarah, tetapi juga membuka peluang edukasi bagi pelajar, peneliti, hingga wisatawan yang tertarik pada arkeologi dan kebudayaan Nusantara.
Kebun Aren, Potensi Alam Unggulan Desa
Selain menyimpan jejak peradaban kuno, Desa Patemon juga memiliki potensi alam yang tak kalah menarik, yakni hamparan kebun aren.
Tanaman aren menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat yang diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.
Beberapa hasil olahan utama dari aren antara lain gula aren dan kolang-kaling.
Produk-produk ini menjadi sumber penghidupan warga sekaligus daya tarik wisata berbasis edukasi dan ekonomi kreatif desa.
Wisatawan tidak hanya dapat melihat proses pengolahan aren, tetapi juga belajar langsung dari warga tentang tahapan produksi gula aren secara tradisional, mulai dari penyadapan nira hingga proses pemasakan.
Tantangan Seru Lidi Aren, Berani Coba?
Salah satu atraksi unik yang menjadi ciri khas Wisata Desa Patemon adalah permainan melepas lidi dari pelepah aren.
Tantangan ini terdengar sederhana, namun membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Aturannya cukup unik: lidi harus dilepas tanpa patah, dan pelepah aren tidak boleh sobek.
Aktivitas ini kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena memadukan unsur permainan, keterampilan tangan, dan kearifan lokal.
Tak sedikit pengunjung yang tertantang untuk mencoba, bahkan menjadikannya sebagai aktivitas seru bersama keluarga atau rombongan wisata edukasi.
Wisata Edukasi dan Budaya yang Terus Dikembangkan
Pengembangan Wisata Desa Patemon sejalan dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat.
Warga setempat terlibat langsung dalam pengelolaan, pemanduan, hingga penyediaan produk lokal.
Hal ini tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.
Dengan kekayaan sejarah berupa sarkofagus dan batu mesagit, serta potensi alam berupa kebun aren dan aktivitas uniknya, Desa Patemon menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi pada umumnya.
Bagi wisatawan yang mencari perpaduan antara wisata sejarah, edukasi, dan alam pedesaan yang asri, Wisata Desa Patemon di Kecamatan Bungatan, Situbondo, layak masuk dalam daftar tujuan perjalanan. (*)
Editor : Ali Sodiqin