RADARBANYUWANGI.ID – Kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata meningkat signifikan pada hari “H” libur Tahun Baru 2026, Kamis (1/1).
Di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), misalnya, jumlah wisatawan melojak delapan kali lipat dibanding akhir pekan normal.
Savana Sadengan dan Pantai Pancur menjadi primadona wisatawan yang berkunjung ke TNAP.
Di padang rumput sadengan, pengunjung bisa melihat secara langsung berbagai satwa yang hidup secara liar, di antaranya banteng, macan tutul, kijang, rusa, monyet abu-abu ekor panjang, hingga buruk merak hijau dan sebagainya.
Sedangkan di Pantai Pancur, pengunjung disuguhi dua satuan batuan yang berbeda, yaitu batuan gunung api tua dan batu gamping yang berkaitan dengan Gunung Ijen purba.
Staf TNAP Alan Maulana mengatakan, pengunjung Alas Purwo melonjak sangat pesat dibanding akhir pekan maupun hari libur biasa. Biasanya pengunjung hanya mencapai 200 sampai 300 orang dalam sehari.
“Sedangkan pada puncak libur tahun baru ini (kemarin), hingga pukul 14.00 pengunjung mencapai 1.667 orang. Jumlahnya bisa terus meningkat, sampai sore diprediksi mencapai 1.900 orang,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, lanjut dia, pihak TNAP berkolaborasi dengan Polisi, TNI dan Puskesmas setempat.
Kolaborasi dilakukan untuk menjaga kondusivitas, keamanan, dan keselamatan pengunjung.
“Tim keamanan dari Polsek dan Koramil Tegaldlimo, sedangkan tim kesehatan dari Puskesmas Kedungwungu," terangnya.
Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun mengatakan, untuk menjaga kondusivitas dan keamanan tempat wisata, petugas gabungan dari kepolisian dan TNI dikerahkan. Pengamanan ini dilakukan sejak priode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Ini bentuk pelayanan kepada masyarakat supaya merasa aman dan nyaman ketika menikmati keindahan alam, salah satunya di Alas Purwo,” katanya.
Kapolsek Sadimun mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan meningkatkan ketika berwisata di alam, khususnya di Alas Purwo. Sebab, pohon-pohon besar dan hewan liar masih banyak ditemui di area wisata.
“Kami mengimbau wisatawan lebih berhati-hati. Di area wisata banyak pohon besar yang mudah roboh ketika ada angin. Pengawasan terhadap anak-anak juga harus diperketat. Anak-anak kami imbau tidak bermain di laut karena ombak sedang besar,” pungkasnya. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin