RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama seluruh entitas KAI Group memastikan kesiapan penuh layanan transportasi publik dalam menyambut Tahun Baru 2026.
Kesiapan tersebut dirancang secara terintegrasi untuk menjamin keselamatan perjalanan, keandalan operasional, serta peningkatan manfaat layanan bagi masyarakat luas.
Fokus utama persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencakup penambahan kapasitas angkut, penyesuaian frekuensi perjalanan, serta pengaturan layanan khusus pada malam pergantian tahun.
Seluruh langkah ini ditujukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di penghujung dan awal tahun.
Keselamatan Menjadi Prioritas Utama
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi dalam seluruh layanan KAI Group.
Seluruh sarana dan prasarana telah melalui rangkaian pemeriksaan, pengujian, serta pengawasan berlapis guna memastikan kondisi siap operasi.
Menurut Anne, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam mendukung operasional yang aman dan andal.
Dengan pendekatan tersebut, KAI Group berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang dapat diandalkan oleh masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Peningkatan Kapasitas Angkut di Berbagai Layanan
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Group meningkatkan kapasitas angkut di hampir seluruh lini layanan.
Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI menyiapkan lebih dari 3,5 juta tempat duduk, meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya.
KAI Commuter menyediakan lebih dari 40,5 juta tempat duduk atau meningkat 10 persen.
KAI Bandara menyiapkan hampir 488 ribu tempat duduk, sementara KAI Wisata mencatat peningkatan signifikan hingga 179 persen dengan total lebih dari 20 ribu tempat duduk.
Pada layanan perkotaan, LRT Sumatera Selatan menyiapkan lebih dari 585 ribu tempat duduk, sedangkan LRT Jabodebek menyediakan lebih dari 4,4 juta tempat duduk atau meningkat 7,7 persen.
Secara keseluruhan, kapasitas angkut KAI Group, di luar layanan Whoosh dan KA Makassar–Parepare, mencapai lebih dari 49,6 juta tempat duduk.
Angka ini meningkat 8,9 persen dibandingkan Angkutan Nataru tahun sebelumnya.
Penyesuaian Frekuensi Perjalanan
Selain peningkatan kapasitas, KAI Group juga melakukan penyesuaian frekuensi perjalanan untuk menjaga distribusi penumpang tetap terkendali.
Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal mengoperasikan hampir 8.000 perjalanan atau meningkat 8,6 persen.
KAI Commuter menjalankan lebih dari 23 ribu perjalanan, KAI Bandara hampir 1.700 perjalanan, LRT Sumsel lebih dari 1.700 perjalanan, dan LRT Jabodebek hampir 6.000 perjalanan.
Total frekuensi perjalanan KAI Group mencapai lebih dari 40 ribu perjalanan selama periode Nataru.
Layanan Khusus Malam Tahun Baru
Dalam mendukung aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun, KAI Group menyiapkan layanan khusus dengan pengaturan operasional yang terukur.
LRT Jabodebek memperpanjang jam operasional pada 31 Desember 2025 hingga pukul 01.44 WIB dini hari 1 Januari 2026.
Perpanjangan ini didukung oleh puluhan rangkaian kereta dan lebih dari seribu petugas operasional, keamanan, serta pelayanan.
Sementara itu, layanan Commuter Line Jabodetabek juga beroperasi lebih panjang dengan penambahan 45 perjalanan hingga pukul 03.00 WIB.
Tambahan layanan ini tersebar di berbagai lintas utama dan diharapkan dapat membantu masyarakat pulang dengan aman sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya.
Baca Juga: Eva Hestiyawati Nahkodai Golkar Banyuwangi 2025–2030, Terpilih Aklamasi di Musda XI
Komitmen Berkelanjutan KAI Group
Selama periode 18–29 Desember 2025, KAI Group telah melayani hampir 18 juta pelanggan di seluruh layanan.
Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel.
KAI Group akan terus memantau dinamika pergerakan penumpang hingga puncak libur Tahun Baru 2026.
KAI Group berkomitmen menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama dalam mendukung mobilitas, aktivitas sosial, dan perputaran ekonomi nasional.
Editor : Lugas Rumpakaadi