RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah ramainya kunjungan wisatawan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), bualan gas beracun sempat muncul di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen.
Fenomena tersebut terpantau pada Jumat (26/12) sekitar pukul 17.00 yang bersumber dari kawah.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) selaku pengelola TWA Ijen langsung mengeluarkan imbaun kepada pengunjung agar tidak turun ke area sekitar kawah demi keselamatan.
Kepala Seksi (Kasi) Wilayah 15 TWA Ijen Dwi P Sugiarto mengatakan, berdasarkan pantauan visual melalui kamera pengawas CCTV kemarin (27/12), masih terlihat adanya bualan gas, meski tidak sebesar yang terjadi pada Jumat (26/12).
“Untuk pantauan visual CCTV hari ini masih tampak dua kali bualan gas, namun tidak sebesar pada Jumat (26/12). Dari pantauan seismik, aktivitas juga masih didominasi tremor menerus,” ungkap Dwi.
Selain potensi gas beracun yang membahayakan, Dwi juga mengingatkan adanya risiko lain yang perlu diwaspadai, yakni potensi longsor pada dinding kkawah.
“Kami mengimbau untuk mewaspadai potensi keluarnya gas berbahaya dari danau kawah serta potensi longsor dinding kawah,” tegasnya.
Meski demikian, hingga saat ini status aktivitas Gunung Ijen masih berada pada Level I (normal).
Namun, pihak pengelola tetap memberlakukan pembatasan demi keselamatan masyarakat maupun wisatawan.
Dwi menegaskan, masyarakat di sekitar Ijen serta pengunjung maupun penambang dilarang mendekati bibir kawah maupun turun ke dasar kawah yang berada di puncak Gunung Ijen.
”Masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati bibir kawah maupun turun ke dasar kawah. Selain itu, tidak diperbolehkan menginap di kawasan Gunung Ijen dalam radius 500 meter dari kawah,” imbaunya.
Pada saat munculnya bualan gas beracun tersebut jumlah wisatawan memang berkurang dikarenakan titik ramai TWA Ijen ketika pukul 01.00 saat awal dibukanya pendakian. Menurut Dwi, fenomena tersebut merupakan aktivitas normal gunung api.
Pada waktu-waktu tertentu, gas memang bisa keluar dari perut bumi sebagai bagian dari proses alamiah.
“Ini adalah aktivitas normal gunung api. Pada saat-saat tertentu gas memang bisa keluar dari perut bumi,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pemandu wisata di Ijen, Billy Nugroho mengungkapkan, kondisi Kawah Ijen pada Jumat (26/12) pagi terpantau aman saat ia melakukan pendakian bersama wisatawan lainnya.
“Jumat pagi (26/12) pas saya naik kondisi di kawah Ijen masih aman-aman saja,” ujarnya.
Billy mengaku jarang turun ke area kawah, terutama saat fenomena blue fire tidak muncul selama beberapa bulan ini.
Meski demikian, masih ada sebagian wisatawan yang terlihat turun mendekati kawah.
“Kalau tidak ada blue fire, saya jarang turun ke area kawah. Tapi memang masih ada juga wisatawan yang turun,” pungkasnya. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin