Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cuaca Ekstrem Tak Surutkan Minat Rafting di Banyuwangi, Peminat Sungai Badeng Naik Drastis

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 28 Desember 2025 | 12:15 WIB
Pengunjung wisata di Bospro Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon bersiap turun ke sungai untuk mengikuti arung jeram, Sabtu (27/12).
Pengunjung wisata di Bospro Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon bersiap turun ke sungai untuk mengikuti arung jeram, Sabtu (27/12).

RADARBANYUWANGI.ID - Cuaca ekstrem yang belakangan melanda sebagian wilayah di Banyuwangi tak begitu berdampak terhadap minat wisatawan bermain arung jeram. Pada akhir tahun ini, peminat rafting justru mengalami peningkatan cukup drastis.

Tak hanya dari Banyuwangi, wisatawan yang datang khusus untuk menikmati kegiatan outdoor di wilayah Kecamatan Songgon juga datang dari luar kota seperti Ponorogo hingga Surabaya.

Mayoritas dari wisatawan yang datang ingin merasakan sensasi Sungai Badeng di atas perahu karet.

Tarji, salah satu pemilik camp outdoor activity di Desa Sumberbulu mengatakan, peningkatan  pengunjung sudah terjadi sejak bulan Oktober lalu.

"Setiap akhir tahun pengunjung memang meningkat seperti sekarang. Di Bospro (pusat outdoor activity milik Tarji, Red) peningkatannya terjadi sampai bulan Desember," terangnya.

Ia menyebut di bulan-bulan tersebut peningkatan pengunjung Bospro mencapai sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa.

Nyaris setiap hari ada wisatawan yang berkegiatan di tempatnya. "Meskipun kerap hujan, tapi pengunjung masih ramai saja," cetusnya.

Terkait aktivitas rafting, pihaknya tidak akan memaksakan diri ketika debit air Sungai Badeng meninggi.

Para operator perahu di tempatnya sudah punya patokan tersendiri kapan kegiatan rafting dihentikan.

"Kami ada patokannya, jadi saat ketinggian air meningkat pasti rafting ditiadakan. Ini untuk memastikan tetap aman," katanya.

Agen informasi BPBD Jatim Ismanto mengatakan, aktivitas luar ruangan yang berkaitan dengan alam wajib dilaksanakan dengan keamanan yang ekstra.

Pihaknya rutin datang ke lokasi-lokasi wisata untuk memberikan sosialisasi kepada para wisatawan.

"Kami beri pelatihan seperti apa cara keluar dari bahaya saat ada bencana," ucapnya.

Selain itu, sosialisasi serupa juga dilakukan jajaran kepolisian. Kapolsek Songgon AKP Pudji Wahyono mengatakan, pihaknya rutin melakukan patroli seraya memberikan sosialisasi di sejumlah tempat wisata.

Pudji meminta setiap operator perahu karet mengedepankan keselamatan pengunjung.

"Semua operator sudah kami minta untuk selalu waspada, cuaca tidak menentu sehingga saat debit naik, harus tidak ada yang berkegiatan di sungai," pungkasnya. (sas/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#songgon #Rafting #cuaca ekstrem #banyuwangi #sungai badeng