Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Layanan Ramah Anak, KAI Diminta Tambah Permainan Tradisional

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 27 Desember 2025 | 13:22 WIB
Menteri PPPA mendorong KAI menambah permainan tradisional di Stasiun Yogyakarta.
Menteri PPPA mendorong KAI menambah permainan tradisional di Stasiun Yogyakarta.

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menambah permainan tradisional berbasis kearifan lokal di Stasiun Yogyakarta.

Usulan tersebut bertujuan melengkapi layanan ramah perempuan dan anak yang telah tersedia di stasiun tersebut.

Permintaan itu disampaikan Arifah saat meninjau langsung fasilitas pelayanan perempuan dan anak pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di Stasiun Yogyakarta, Jumat (26/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau ruang tunggu, ruang laktasi, area bermain anak, lounge, serta menyapa penumpang kereta api, khususnya anak-anak, ibu, dan lansia.

Arifah mengapresiasi komitmen KAI dalam menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan dan anak.

Namun demikian, ia menilai area bermain anak masih perlu pengembangan agar tidak sekadar menjadi sarana pengalih perhatian, tetapi juga mampu menciptakan interaksi yang lebih berkualitas antara orang tua dan anak.

Menurut Arifah, permainan tradisional yang mencerminkan identitas budaya Yogyakarta dapat menjadi pilihan tepat.

Beberapa contoh yang diusulkan antara lain permainan otok-otok, alat pukul tradisional, hingga aktivitas membuat gerabah.

Permainan sederhana tersebut dinilai dapat memperkuat kedekatan emosional orang tua dan anak sekaligus mengenalkan nilai budaya lokal sejak dini.

Selain area bermain, Menteri PPPA juga mengapresiasi kebijakan KAI terkait fitur pemilihan kursi khusus bagi penumpang perempuan.

Fitur ini memungkinkan perempuan duduk berdampingan dengan sesama perempuan, sehingga memberikan rasa aman, terutama bagi perempuan yang bepergian sendiri.

Arifah juga menilai ruang laktasi yang tersedia di stasiun sudah cukup nyaman dan layak.

Ruang menyusui yang tenang dan tertutup dinilai membantu ibu merasa lebih aman dan nyaman saat memberikan ASI sambil menunggu keberangkatan kereta.

Lebih lanjut, Arifah meminta agar informasi layanan pengaduan terkait kekerasan dan pelecehan seksual dipasang secara lebih terbuka di area stasiun, seperti melalui videotron atau running text.

Hal ini penting agar penumpang mengetahui saluran pelaporan yang tersedia, seperti layanan SAPA 129 yang dapat diakses melalui telepon maupun WhatsApp.

Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan komitmen KAI dalam menyediakan pelayanan yang aman, nyaman, serta ramah ibu dan anak.

KAI Daop 6 telah menyediakan ruang laktasi di seluruh stasiun pelayanan penumpang, area bermain anak di beberapa stasiun besar, pos kesehatan, tenaga medis, serta rumah sakit mitra.

Feni juga menyampaikan bahwa KAI menyediakan berbagai kanal pelaporan dan mekanisme penanganan cepat apabila terjadi dugaan pelecehan seksual di lingkungan kereta api.

Penumpang diimbau segera melapor kepada petugas stasiun, kondektur, atau melalui Contact Center 121 jika melihat atau mengalami tindakan mencurigakan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#menteri pppa #KAI #Stasiun Yogyakarta #Permainan Tradisional