RADARBANYUWANGI.ID - Geliat libur Nataru di Bandara Banyuwangi sangat terasa. Trafik penerbangan meningkat 36 persen dibanding tahun sebelumnya. Puncak arus mudik Nataru terjadi pada Rabu (24/12).
Yang menggembirakan, tingkat keterisian tempat duduk pesawat semuanya hampir penuh. Dalam satu hari, 502 orang naik pesawat dari Bandara Banyuwangi.
General Manager Bandara Banyuwangi Mohammad Holik Muardi mengatakan, sejak Senin (15/12) hingga kemarin (25/12), trafik penerbangan meningkat 36 persen dari tahun sebelumnya.
Total 52 penerbangan dari Bandara Banyuwangi. "Kalau tahun lalu dalam periode yang sama, hanya 34 penerbangan," katanya.
Terkait jumlah penumpangnya, lanjut Holik, meningkat 4 persen dari periode Nataru tahun lalu. Tercatat, selama sepuluh hari tersebut, tercatat 4.415 penumpang.
"Pada periode tahun ini jumlah penumpang meningkat imbas dari dibukanya rute penerbangan Banyuwangi-Lombok," ujarnya.
Okupansi pesawat rute Banyuwangi - Lombok cukup bagus. Tempat duduk terisi 50 persen dengan jumlah penumpang 40 sampai 50 orang dengan jadwal penerbangan empat kali sepekan.
"Pada saat puncak mudik Nataru kursi pesawat terisi 72 orang. Sedangkan rute Banyuwangi-Jakarta dan Surabaya, keterisian pesawat sering full," ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, kata dia, Bandara Banyuwangi menyediakan posko Nataru yang berada di area terminal pesawat.
Petugas posko melibatkan TNI, Polri, Dishub, Kesehatan, Dishub, dan petugas bandara. "Hal ini untuk melayani pengunjung di Bandara Banyuwangi," terangnya.
Holik berharap dengan bertambahnya rute penerbangan dan operasi pesawat bisa meningkatkan ekonomi di Banyuwangi.
"Dengan meningkatnya penumpang, semoga bisa meningkatkan ekonomi, terutama pada sektor pariwisata," harapnya. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin