RADARBANYUWANGI.ID - Padangbai terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali Timur yang memadukan keindahan alam dan kekayaan budaya dalam satu kawasan.
Obyek wisata ini berada di Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, dan masuk dalam kawasan pengembangan pariwisata Candidasa.
Dilansir dari laman v2.karangasemkab.go.id, secara geografis, Padangbai memiliki lokasi yang cukup strategis.
Jaraknya sekitar 25 kilometer dari Kota Amlapura, ibu kota Kabupaten Karangasem, sekitar 13 kilometer dari kawasan wisata Candidasa, serta kurang lebih 31 kilometer dari Kota Denpasar.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tembus USD4.500 per Ons, Ketegangan AS–Venezuela Picu Perburuan Safe Haven
Aksesibilitas yang relatif mudah menjadikan Padangbai tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai simpul transportasi laut yang vital.
Di kawasan ini terdapat Pelabuhan Padangbai, yang selama ini menjadi pintu utama penyeberangan laut dari Bali menuju Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Keberadaan pelabuhan tersebut membuat Padangbai ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, baik yang hendak melanjutkan perjalanan maupun yang sengaja singgah untuk menikmati pesona alamnya.
Nama Padangbai sendiri memiliki jejak sejarah dari masa kolonial Belanda. Dahulu kawasan ini dikenal dengan nama Teluk Padang.
Baca Juga: Greenland Jadi Rebutan Geopolitik, Denmark Tolak Klaim Amerika Serikat
Pengaruh bahasa Belanda kemudian membentuk penyebutan Padangbai yang digunakan hingga saat ini.
Secara topografi, Padangbai merupakan sebuah teluk dengan hamparan pasir putih, yang terlindung oleh gugusan batu karang hitam yang kokoh.
Kondisi tersebut membuat perairannya relatif tenang dan aman.
Keunikan letak geografis itu pula yang menjadikan ekosistem bawah laut Padangbai terjaga dengan baik.
Arus laut yang tidak terlalu kuat serta perlindungan alami dari karang membuat terumbu karang dan biota laut berkembang secara optimal.
Baca Juga: Apresiasi Masyarakat Osing, Kapolresta Banyuwangi Terima Gelar Kehormatan
Sebagai destinasi wisata alam, Padangbai menawarkan pantai berpasir putih yang bersih dan cukup tebal.
Pantai ini ideal untuk berbagai aktivitas wisata, mulai dari berjemur (sun bathing), berenang, hingga sekadar menikmati panorama laut. Air lautnya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Tak hanya itu, keindahan bawah laut Padangbai telah lama dikenal di kalangan pecinta diving dan snorkeling.
Beragam jenis terumbu karang serta ikan-ikan hias berwarna-warni dapat dijumpai dengan mudah di perairan ini. Kondisi tersebut menjadikan Padangbai sebagai salah satu spot selam favorit di Bali Timur.
Salah satu ikon wisata alam Padangbai adalah Blue Lagoon, sebuah laguna eksotis dengan air laut berwarna kebiruan yang memikat.
Lokasi ini menjadi incaran para penyelam dan wisatawan yang ingin menikmati suasana laut yang masih alami dan relatif tenang.
Selain keindahan alam, Padangbai juga kaya akan nilai budaya dan spiritual. Di kawasan ini berdiri sejumlah pura penting yang masuk dalam kategori Pura Dang Kahyangan, yaitu pura yang disungsung oleh umat Hindu secara luas.
Di sisi timur Pantai Padangbai terdapat Pura Silayukti, sebuah pura bersejarah yang didirikan oleh Empu Kuturan sekitar abad ke-11. Pura ini dibangun saat Empu Kuturan melakukan perjalanan suci ke Bali.
Baca Juga: Tidak Sempat ke Gereja? Ini Link Live Streaming Perayaan Natal 2025
Sosok Empu Kuturan dikenal sebagai pendeta besar yang berjasa dalam menata sistem dan tata keagamaan Hindu di Bali. Ajaran-ajarannya hingga kini masih menjadi pedoman umat Hindu di Pulau Dewata.
Di sebelah selatan Pura Silayukti berdiri Pura Tanjung Sari, yang dibangun oleh Empu Bharadah, adik bungsu Empu Kuturan.
Keberadaan pura ini semakin menegaskan Padangbai sebagai kawasan dengan nilai spiritual tinggi.
Sementara itu, di sebelah barat Pelabuhan Padangbai terdapat Pura Penataran Agung, yang didirikan pada abad ke-16 oleh Dang Hyang Dwijendra, tokoh suci yang juga dikenal dengan sebutan Pedanda Sakti Wawu Rawuh.
Dang Hyang Dwijendra merupakan keturunan Empu Kuturan dan memiliki peran penting dalam perkembangan ajaran Hindu di Bali.
Dengan perpaduan wisata bahari kelas dunia, pantai berpasir putih, serta warisan budaya dan spiritual yang kuat, Padangbai kini tidak hanya berfungsi sebagai kawasan pelabuhan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata alam dan budaya yang memiliki daya saing tinggi di Bali Timur. (*)
Editor : Ali Sodiqin