Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Magnet Puncak Sejati: Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru Diserbu, Guide Sampai 'Lupa' Istirahat

Salis Ali Muhyidin • Senin, 22 Desember 2025 | 11:30 WIB
BERKESAN: Para pendaki berfoto di puncak Gunung Raung pada Sabtu (20/12).
BERKESAN: Para pendaki berfoto di puncak Gunung Raung pada Sabtu (20/12).

RADARBANYUWANGI.ID – Pendakian Gunung Raung yang sempat ditutup akibat erupsi telah kembali dibuka sejak Agustus lalu.

Sejak saat itu, para pendaki dari berbagai daerah di Indonesia berdatangan untuk menaklukkan puncak gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur tersebut.

Para pendaki mayoritas naik ke puncak melalui jalur Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

Jumlah pendaki pun naik drastis menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Petugas Sekretariat Pendakian Gunung Raung Eko Wahyudianto mengatakan, banyak pendaki mengincar jadwal mencapai puncak tepat pada malam pergantian tahun.

“Beberapa hari belakangan ini sudah ramai lagi. Apalagi menjelang tahun baru, banyak pendaki yang ingin merayakan tahun baru di puncak Gunung Raung,” katanya.

Di satu base camp saja, rata-rata ada sekitar 10 pendaki per hari yang datang untuk menggapai puncak gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

“Itu hanya di satu base camp. Padahal ada base camp lain yang kemungkinan jumlah pendakinya sama,” ujarnya seraya menyebut ada empat base camp di Dusun Wonorejo.

Kondisi ini membuat para pemandu (guide) harus bekerja ekstra. Mereka rata-rata hanya sempat beristirahat sehari pasca-pendakian sebelum harus mengantar tamu berikutnya.

"Teman-teman guide sampai tidak bisa beristirahat lama. Baru turun sehari, langsung naik lagi," imbuhnya.

Menurut Eko, para pendaki telah mendaftar sejak jauh hari untuk mencapai Puncak Sejati. Antusiasme ini sangat tinggi, bahkan jumlah pendaki mencapai ratusan sejak jalur dibuka kembali.

“Apalagi beberapa gunung favorit lain sedang erupsi, sehingga pendaki terfokus ke sini (Gunung Raung),” tandasnya.

Di sisi lain, Eko menegaskan agar para pendaki memperhatikan kondisi cuaca dan kesiapan fisik. Keamanan tetap menjadi prioritas utama.

“Kegiatan pendakian di Gunung Raung ini tetap terlaksana sesuai dengan prosedur dan arahan kami,” jelasnya.

Eko juga mengingatkan para pendaki untuk menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah.

“Kami ingin alam ini tetap indah untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#gunung tertinggi #pendakian #kalibaru #jawa timur #gunung raung #banyuwangi