Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Komunitas Wong Tuo Madiun Gelar Wisata Religi dan Kuliner di Banyuwangi

Sigit Hariyadi • Senin, 15 Desember 2025 | 03:18 WIB
AJANG SILATURAHMI: KWT Madiun dan Komunitas Perjaka/ki, usai salat Subuh, pengajian dan sarapan sego cawuk berfoto bersama di Masjid Darul Arqom, Minggu (14/12).
AJANG SILATURAHMI: KWT Madiun dan Komunitas Perjaka/ki, usai salat Subuh, pengajian dan sarapan sego cawuk berfoto bersama di Masjid Darul Arqom, Minggu (14/12).

RADARBANYUWANGI.ID – Komunitas Wong Tuwo (KWT) Madiun kembali menggelar agenda besar jelang akhir tahun. Sejak kemarin (13/12) sampai hari ini (15/12), KWT menjalani Wisata Religi dan Kuliner di Banyuwangi sebagai upaya mempererat silaturahmi dengan Komunitas Perkumpulan Jalan Kaki (Perjaka/ki), sebuah komunitas pensiunan di Banyuwangi yang berdiri pada 2024 dan terinspirasi dari kiprah KWT.

Rombongan KWT memulai rangkaian kegiatan dengan Salat Subuh berjamaah di Masjid Darul Arqom, Jalan Penataran, Banyuwangi. Usai pengajian sajian nasi cawuk menjadi menu sarapan mereka.

Setelah sarapan, mereka menuju arena car free day (CFD) di Jalan Ahmad Yani lalu ke Taman Blambangan serta pendapa Sabha Swagata Blambangan dan Taman Sritanjung sebagai bagian dari wisata kota. Selanjutnya, kemarin siang mereka melakukan site visit ke PT Inka Banyuwangi untuk melihat langsung aktivitas industri perkeretaapian.

KENANG-KENANGAN: Perwakilan KWT (kiri) memberikan vandel kepada takmir Masjid Darul Arqom.
KENANG-KENANGAN: Perwakilan KWT (kiri) memberikan vandel kepada takmir Masjid Darul Arqom.

Kegiatan berlanjut dengan wisata bahari ke Pantai Watudodol, Bangsring, Pantai Boom, dan kawasan Kalikotak sebelum kembali ke penginapan.

Lahirnya KWT berawal dari kegiatan jamaah Salat Subuh di Masjid Zubarul Hadid, lingkungan PT Refindo Intiselaras Indonesia. Seusai ibadah, obrolan ringan memunculkan gagasan dari H. Slamet Oetoyo, ST., MMT., untuk mengajak rekan-rekan pensiunan tetap aktif bersilaturahmi melalui jamaah subuh dan ngopi bersama.

PEMBINA KWT, H Slamet Oetoyo
PEMBINA KWT, H Slamet Oetoyo

Gagasan itu langsung disambut positif oleh sepuluh orang pertama, kemudian berkembang menjadi 35 anggota yang akhirnya sepakat membentuk wadah resmi bagi para pensiunan.

KWT kemudian diresmikan pada 12 November 2022 di Masjid Zubarul Hadid dengan kehadiran 32 anggota awal. Struktur organisasi pun dibentuk dengan H. Slamet Oetoyo sebagai pembina dan H. Ir. Harsan Badawi sebagai ketua.

Seiring perjalanan, KWT tumbuh pesat. Hingga Desember 2025, jumlah anggota mencapai 180 orang dengan sekitar 140 di antaranya aktif mengikuti berbagai kegiatan, mulai spiritual, sosial, hingga kesehatan.

KUNJUNGAN KERJA: para anggoya KWT juga mampir ke pabrik Inka Banyuwangi dilanjutkan wisata bahari di Watudodol dan Bangsring.
KUNJUNGAN KERJA: para anggoya KWT juga mampir ke pabrik Inka Banyuwangi dilanjutkan wisata bahari di Watudodol dan Bangsring.

Tidak sekadar menjadi ruang silaturahim, KWT juga memberi kontribusi ekonomi melalui pemberdayaan UMKM lokal. Setiap kegiatan rutin dilaksanakan di Rumah Joglo Lapak Kembul Sari Sukosari. Para anggota memperoleh voucher belanja yang dapat digunakan di lapak UMKM setempat, sehingga mendorong perputaran ekonomi lokal.

KWT juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Dua kelompok Khotmil Quran dibentuk yaitu “Three Days One Juz” dan “One Week One Juz”. Program ini tidak hanya membiasakan tadarus, tetapi juga membantu mengurangi risiko kepikunan di usia lanjut.

Sejumlah kegiatan besar sebelumnya juga sukses digelar, seperti Halalbihalal 2023, wisata religi ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, serta pertemuan rutin yang dihadiri Wali Kota Madiun Dr. H. Maidi dan Danrem 081/DSJ Kolonel Inf. H. Sugiyono.

SAPA UMKM: Para personel KWT terkesan CFD Jalan Ahmad Yani yang didapdati ribuan pengunjung dan pelaku UMKM.
SAPA UMKM: Para personel KWT terkesan CFD Jalan Ahmad Yani yang didapdati ribuan pengunjung dan pelaku UMKM.

Pembina KWT H. Slamet Oetoyo, ST., MMT., memberikan apresiasi besar terhadap keberlanjutan program ini. “Program wisata religi dan kuliner ini bukan sekadar perjalanan, tetapi juga sarana memperkuat silaturahim serta membawa nama baik Kota Madiun di daerah lain.  Semoga ke depan KWT tetap istikamah menjadi wadah yang menyehatkan, membahagiakan, dan memberdayakan,” ujarnya. (sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
#silaturahmi #KWT #banyuwangi