RADARBANYUWANGI.ID – Kabar baik bagi warga Banyuwangi maupun wisatawan asal luar daerah yang ingin berkunjung ke Bumi Blambangan.
Kabupaten the Sunrise of Java kini memiliki semakin banyak alternatif destinasi wisata yang bisa dikunjungi.
Salah satunya Candi Manggala di Dusun Sidomulyo, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.
Sejak sekitar satu bulan terakhir candi umat Buddha tersebut dibuka untuk umum.
Setiap akhir pekan destinasi wisata religi ini dikunjungi ribuan orang. Pengunjung bukan hanya umat Buddha, tetapi juga umat lintas agama.
Salah satu pengelola Candi Manggala yang sekaligus tokoh umat Buddha, yakni Romo Riono mengatakan, di hari libur seperti Minggu, pengunjung bisa tembus 1,4 ribu orang. Tujuan mereka datang untuk berwisata.
“Sudah satu bulan dibuka untuk wisatawan, puncak keramaian di hari Minggu,” ujarnya, Minggu (30/11).
Sedangkan di hari kerja, kata Riono, kebanyakan yang datang adalah pengunjung khusus, seperti pelajar atau umat Buddha yang akan melakukan sembahyang.
“Di hari normal pengunjungnya sekitar 100 sampai 200 orang," katanya.
Untuk memasuki kawasan Candi Manggala, pengunjung berusia 12 tahun ke atas dikenakan tarif Rp 5 ribu per orang.
Pendapatan dari tarif masuk pengujung itu dimanfaatkan untuk perawatan candi.
Menurut Riono, meski sudah menjadi tempat wisata religi, di Candi Manggala terdapat beberapa larangan yang harus dipatuhi pengunjung.
Larangan dimaksud yaitu, tidak boleh membawa makanan, minuman, merokok, berjoget, berpakaian tidak sopan, hingga menempati lokasi persembahyangan secara sembarangan.
“Hal ini untuk menjaga kesakralan tempat belajar dan beribadah,” katanya.
Candi Manggala, imbuh Riono, masih belum selesai direnovasi. Baru sekitar 60 persen bangunan yang sudah rampung direhab. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin