Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ikon Jalur Selatan, Ini Pesona Tikungan Besar Kadungora dan Peran Penting Stasiun Kereta Api Lebakjero

Lugas Rumpakaadi • Senin, 24 November 2025 | 17:09 WIB
Keindahan kereta api meliuk di Tikungan Besar Kadungora.
Keindahan kereta api meliuk di Tikungan Besar Kadungora.

RADARBANYUWANGI.ID - Jalur kereta api lintas selatan Jawa selalu memikat hati para pelanggan dan penggemar perkeretaapian.

Hamparan sawah hijau, lengkung perbukitan Priangan Timur, serta latar kokoh Gunung Mandalawangi menghadirkan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan.

Di antara berbagai titik ikonik di jalur ini, Tikungan Besar Kadungora menjadi salah satu lokasi favorit untuk menikmati keindahan rangkaian kereta api yang meliuk mengikuti kontur alam.

Tikungan yang berada di antara Stasiun Lebakjero dan Stasiun Leles ini menghadirkan momen istimewa, terutama bagi pelanggan yang melakukan perjalanan dari Bandung menuju Yogyakarta atau Surabaya pada rentang waktu pagi hingga sore hari.

Kelokan panjang dengan elevasi menanjak menjadi pemandangan yang sering diabadikan oleh wisatawan maupun penggemar kereta.

Menurut VP Public Relations KAI, Anne Purba, Tikungan Besar Kadungora dikenal sebagai salah satu tikungan terindah di Indonesia.

Keindahan tersebut tidak hanya tercipta dari faktor alam, tetapi juga dari kerja keras para petugas yang menjaga keandalan operasional di medan menantang tersebut.

Salah satu titik penting yang berperan besar dalam menjaga keselamatan perjalanan adalah Stasiun Lebakjero.

Aset Bersejarah dengan Peran Modern

Stasiun Lebakjero yang dibuka pada tahun 1921 oleh Staatsspoorwegen merupakan bagian dari jalur Bandung–Banjar.

Bangunan stasiun yang terletak di area perbukitan ini masih mempertahankan arsitektur klasik khas era kolonial.

Hal tersebut menjadikannya lokasi favorit bagi pencinta sejarah dan penggemar nuansa vintage.

Meskipun kini tidak lagi melayani naik-turun penumpang seperti masa ketika masih menjadi bagian perjalanan KA Ekonomi Lokal Cibatu, fungsi Stasiun Lebakjero justru semakin strategis.

Stasiun ini berperan sebagai titik persilangan kereta, pusat pengaturan sinyal, serta penjaga ritme perjalanan di jalur selatan yang memiliki tantangan geografis cukup besar.

Dedikasi Petugas di Medan Menantang

Para petugas di Stasiun Lebakjero bekerja dalam kondisi yang jauh dari keramaian kota.

Mereka memastikan sinyal berjalan baik, rel dalam kondisi aman, serta lingkungan sekitar tetap terkendali selama 24 jam penuh.

Dalam cuaca pegunungan yang dapat berubah cepat, konsistensi dan ketangguhan para petugas menjadi fondasi keselamatan perjalanan ribuan pelanggan setiap harinya.

Anne menekankan bahwa dedikasi sumber daya manusia di stasiun terpencil seperti Lebakjero sering kali tidak terlihat, namun memiliki kontribusi besar bagi keselamatan perjalanan.

Karena itu, KAI memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan para petugas.

Fasilitas Penunjang untuk Keselamatan Kerja

Untuk mendukung kinerja petugas di lokasi terpencil, KAI telah membangun fasilitas rumah singgah di sejumlah wilayah, termasuk Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang.

Keberadaan fasilitas tersebut memastikan petugas memiliki tempat istirahat yang nyaman sehingga kondisi fisik dan mental tetap prima saat menjalankan tugas penting.

Di Stasiun Lebakjero sendiri, fokus perawatan diarahkan pada fungsi teknis seperti sistem sinyal, rel, serta perangkat pemberhentian darurat.

Prioritas tersebut sejalan dengan nilai dasar KAI yang menempatkan keselamatan dan keandalan operasional sebagai hal utama.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KAI #stasiun lebakjero #Kereta Api #Kadungora