Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

JALITA Resmi Purna Tugas, Begini Peran Pentingnya bagi KRL Jabodetabek

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 18 November 2025 | 15:12 WIB
Tiga KRL legendaris resmi pensiun di Stasiun Jakarta Kota.
Tiga KRL legendaris resmi pensiun di Stasiun Jakarta Kota.

RADARBANYUWANGI.ID - Mobilitas harian warga Jabodetabek terus meningkat seiring tumbuhnya kebutuhan transportasi yang cepat, terjangkau, dan dapat diandalkan.

Di tengah perkembangan tersebut, KRL Tokyu Seri 8500 atau yang akrab dikenal sebagai JALITA menjadi salah satu ikon bersejarah yang mengawal transformasi layanan Commuter Line.

Pada Minggu (16/11/2025), rangkaian legendaris ini resmi menjalani purna tugas di Stasiun Jakarta Kota, disaksikan ribuan pengguna dan komunitas railfans.

Sejak mulai beroperasi di Indonesia pada 2006, JALITA memegang posisi penting sebagai sarana pertama yang dimiliki langsung KAI Commuter setelah pemisahan entitas pada 2009.

Kehadiran rangkaian ini menjadi titik awal modernisasi layanan KRL, mulai dari peningkatan kenyamanan dengan penggunaan AC hingga perluasan kapasitas dan frekuensi perjalanan.

Kini, KAI Commuter mengoperasikan 1.063 perjalanan setiap hari dengan dukungan 102 trainset atau 1.072 unit KRL siap guna, mencakup seluruh lintas strategis Jabodetabek.

Pertumbuhan mobilitas semakin terlihat pada Januari–Oktober 2025, di mana Commuter Line telah melayani 287 juta penumpang, atau rata-rata lebih dari 20 juta perjalanan setiap bulan. Angka tersebut menegaskan posisi Commuter Line sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.

Untuk mengenang peran penting JALITA serta dua seri lain yakni Tokyu Seri 7000 dan JR203, KAI bekerja sama dengan komunitas menghadirkan Mini Museum JALITA pada 10–16 November 2025.

Pameran ini menampilkan perjalanan sejarah tiga seri KRL legendaris, edukasi layanan, kampanye keselamatan, hingga pengenalan sarana modern.

Dalam sepekan, museum sementara tersebut dikunjungi 20.426 pengunjung, menunjukkan tingginya ketertarikan masyarakat terhadap jejak sejarah dan evolusi transportasi berbasis rel di Indonesia.

Momentum purna tugas JALITA turut dihadiri Direktur Utama KAI 2009–2014, Ignasius Jonan, yang mendampingi perjalanan terakhir rangkaian dari Stasiun Jakarta Kota menuju Depo Kampung Bandan dan Depo Depok.

Dalam kesempatan tersebut, Jonan menegaskan pentingnya Commuter Line sebagai etalase layanan kereta api nasional.

Ia menuturkan bahwa luas dan padatnya kawasan Jabodetabek menjadikan transportasi berbasis rel sebagai kebutuhan mendasar kota besar.

Jonan juga mengingatkan bahwa nama “JALITA” merupakan pemberian Menteri Perhubungan kala itu, Jusman Syafii Djamal, sebagai simbol perjalanan lintas kota Jakarta.

Jonan berharap sebagian rangkaian dapat dilestarikan sebagai bagian warisan sejarah transformasi layanan urban berbasis rel.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa Mini Museum JALITA merupakan kolaborasi KAI, KAI Commuter, dan komunitas seperti IRPS untuk menghidupkan kembali jejak perjalanan KRL.

Ia menegaskan bahwa edukasi publik yang ditampilkan menjadi upaya bersama menciptakan layanan yang aman, ramah, dan berkelanjutan.

Anne juga menambahkan bahwa regenerasi sarana terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan kapasitas dan kenyamanan perjalanan.

Purna tugas rangkaian legendaris seperti JALITA membuka ruang bagi hadirnya sarana modern yang lebih efisien dan andal.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#jalita #jabodetabek #krl