Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kampung Lawas Maspati, Hidden Gem Surabaya yang Bikin Traveler Betah! Pesonanya Adem, Jadul, tapi Instagramable

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 18 November 2025 | 20:03 WIB
Kampung Lawas Maspati
Kampung Lawas Maspati

RADARBANYUWANGI.ID - Kampung Lawas Maspati di Surabaya adalah salah satu sudut kota tua yang langsung membawa suasana adem saat kita melangkah masuk. Gang-gangnya sempit, tapi penuh warna dan cerita, seakan mengajak setiap orang untuk berhenti sebentar dan melihat bagaimana masa lalu masih hidup dengan tenang di tengah kota yang semakin modern.

Saat menyusuri kampung ini, kita akan menemukan rumah-rumah tua yang masih berdiri kokoh. Ada yang sudah dipoles ulang, ada juga yang dibiarkan tampil dengan tekstur aslinya sehingga atmosfer jadulnya terasa kuat. Warga di sini menjaga bangunan tua bukan sekadar untuk dipamerkan, tapi sebagai bagian dari napas hidup sehari-hari mereka.

Hal yang membuat kampung ini berbeda adalah keramahan warganya. Banyak wisatawan bilang, “belum masuk gang aja udah disapa duluan.” Anak-anak bermain, ibu-ibu menyapu halaman, dan bapak-bapak duduk santai di teras sambil ngobrol, semuanya membuat suasana terasa akrab, hangat, dan menyenangkan.

Selain suasananya, Maspati juga punya banyak sudut yang menarik untuk disinggahi. Ada spot-spot foto bergaya vintage, rumah-rumah dengan ornamen khas tempo dulu, sampai ruang-ruang kecil yang disulap menjadi tempat edukasi tentang sejarah dan budaya kampung. Semuanya tertata rapi tanpa menghilangkan kesan tradisionalnya.

Kampung ini juga dikenal aktif mengembangkan UMKM. Mulai dari minuman herbal segar, olahan rumahan, sampai kerajinan tangan yang dibuat langsung oleh warga. Rasanya seperti menemukan toko-toko kecil penuh kreativitas!

Satu hal yang cukup unik dari Maspati adalah cara warganya berkolaborasi menjaga kampung. Mereka tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tapi juga aktif menyusun program kampung wisata, mendampingi pelajar, sampai membuat kegiatan kampung yang bisa diikuti traveler. Semuanya dikerjakan bersama, tidak terburu-buru, tapi konsisten.

Beberapa tahun terakhir, kampung ini makin dikenal sejak banyak mahasiswa, komunitas, dan pemerintah ikut membantu mengembangkan potensi kampung. Mulai dari pemasaran digital sampai workshop kreatif, Maspati jadi seperti “laboratorium hidup” yang menunjukkan bagaimana pelestarian kampung bisa berkembang lewat kolaborasi.

Kampung Lawas Maspati bukan hanya ruang sejarah, tapi ruang hidup. Tempat ini menjadi contoh bahwa menjaga warisan masa lalu bisa dilakukan sambil tetap bergerak maju. Wisatawan datang, belajar, menikmati suasana, dan pulang membawa kesan bahwa kampung tua tak selalu harus muram, kadang justru menjadi ruang paling hangat untuk kembali mengenali kota.


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#kampung lawas maspati #surabaya #Surabaya Tempo Dulu