RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena blue fire yang menjadi ikon utama Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, sudah hampir sebulan tak terlihat.
Api biru yang biasanya memikat wisatawan lokal hingga mancanegara itu padam sejak Minggu (26/10) akibat perbaikan pipa belerang oleh teknisi PT Candi Ngrimbi, perusahaan pengelola tambang belerang di kawasan tersebut.
Kepala Resort TWA Ijen Sigit Hari Wibowo mengatakan, hingga kemarin perbaikan pipa belerang masih terus dilakukan oleh pihak teknisi.
”Sampai saat ini pipa belerang sedang dalam proses perbaikan oleh teknisi PT Candi Ngrimbi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses perbaikan tersebut mengharuskan penyiraman di area pipa sehingga menyebabkan blue fire tidak bisa muncul sementara waktu.
“Otomatis blue fire tidak bisa muncul kalau sedang perbaikan pipa, karena harus dilakukan penyiraman untuk bongkar dan pasang pipa,” jelasnya.
Sigit menambahkan, pihak pengelola memohon maaf atas ketidaknyamanan para wisatawan yang belum bisa menikmati pesona api biru Ijen.
”Kami mohon maaf karena pengunjung belum bisa menikmati pesona blue fire untuk sementara ini karena sedang dalam proses perbaikan pipa belerang,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, kawasan yang biasanya menjadi spot utama foto blue fire kini hanya memperlihatkan kepulan asap putih dari belerang.
Salah satu pemandu wisata Ijen, Billy Jo Nugroho mengungkapkan, dalam beberapa minggu terakhir kondisi Ijen memang relatif sepi.
“Akhir-akhir ini Ijen relatif sepi, selain karena lagi low season juga karena tidak munculnya blue fire yang jadi magnet utama,” katanya.
Ia menambahkan, spot foto yang biasa menjadi lokasi favorit wisatawan kini ditutup karena tidak ada aktivitas blue fire.
“Sekarang spot foto itu tidak bisa dimasuki dan memang sudah tidak terlihat blue fire ketika saya datang tadi,” ujarnya.
Dari data tiket TWA Ijen, jumlah pengunjung menurun. Kemarin (11/9) tercatat hanya 189 tiket yang terjual dari kapasitas maksimal 2.000 tiket per hari.
Penurunan juga tampak pada akhir pekan lalu, Sabtu (1/11) hanya 779 wisatawan, dan Minggu (2/11) bahkan menurun lagi menjadi 333 orang.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Ainur Rofiq mengatakan, pihaknya sudah meninjau langsung ke lokasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Kami sudah berkomunikasi dengan BKSDA dan PT Candi Ngrimbi terkait padamnya blue fire yang banyak dikeluhkan masyarakat yang bekerja di kawasan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pemandu wisata lainnya, Misbah, mengaku turunnya wisatawan memang sangat terasa di lapangan.
“Wisatawan yang datang berekspektasi bisa lihat blue fire. Setelah sampai Ijen ternyata tidak bisa lihat. Mungkin itu faktor kenapa turis sepi sekarang,” tuturnya. (cw6-M Ksatria Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin