Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Layanan Kereta Api Rajabasa Jadi Pilihan Favorit Warga, Penumpang Tembus 557 Ribu di 2025

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 11 November 2025 | 19:23 WIB
Kereta Api Rajabasa catat peningkatan penumpang 7,8 persen hingga Oktober 2025.
Kereta Api Rajabasa catat peningkatan penumpang 7,8 persen hingga Oktober 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan jumlah pelanggan Kereta Api (KA) Rajabasa selama periode Januari hingga Oktober 2025.

Total pelanggan mencapai 557.872 orang, naik 7,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 517.292 orang.

KA Rajabasa merupakan layanan kereta api kelas ekonomi yang beroperasi pada lintas Tanjungkarang (Bandar Lampung) – Kertapati (Palembang) pulang-pergi.

Dengan jarak 388 kilometer dan waktu tempuh sekitar 9 jam 20 menit, kereta ini menawarkan tarif terjauh Rp32.000.

Layanan tersebut menjadi andalan masyarakat Sumatra Selatan dan Lampung sebagai sarana transportasi terjangkau dan andal.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa KA Rajabasa merupakan bagian dari program Public Service Obligation (PSO) atau kewajiban pelayanan publik.

Program ini dijalankan KAI atas penugasan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

“Melalui PSO, KAI memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati transportasi yang aman, terjangkau, dan berkesinambungan,” ujar Anne.

PSO menjadi instrumen penting pemerintah dalam menyediakan akses transportasi massal yang inklusif, terutama bagi masyarakat di luar Pulau Jawa.

Rangkaian KA Rajabasa melintasi sejumlah wilayah vital seperti Prabumulih, Baturaja, Martapura, Blambangan Umpu, dan Kotabumi.

Setiap stasiun di lintasan ini berfungsi sebagai simpul pergerakan ekonomi dan sosial, menghubungkan sentra pertanian, perdagangan, dan industri antara Sumatra Selatan dan Lampung.

Dengan mobilitas masyarakat yang meningkat, aktivitas ekonomi di sekitar stasiun pun turut berkembang.

Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa transportasi lanjutan memperoleh manfaat langsung dari keberadaan layanan ini.

Selain fungsi transportasi, KA Rajabasa juga membuka akses bagi sektor pariwisata.

Jalur ini berdekatan dengan berbagai destinasi menarik, seperti Danau Ranau di Lampung Barat, Air Terjun Way Lalaan di Tanggamus, dan Benteng Kuto Besak di Palembang.

Banyak pelanggan memanfaatkan perjalanan KA Rajabasa sebagai alternatif wisata hemat lintas provinsi, sembari menikmati panorama alam Sumatra dari jendela kereta.

Dalam aspek operasional, KAI terus berupaya meningkatkan ketepatan waktu dan kualitas layanan bagi pelanggan KA Rajabasa.

Melalui penerapan sistem tiket digital “Access by KAI”, masyarakat kini dapat memesan tiket PSO dengan lebih mudah dan efisien.

Sistem digital ini juga membantu KAI memantau pola perjalanan pelanggan, yang kemudian dijadikan dasar untuk pengembangan layanan dan optimalisasi jadwal di masa mendatang.

KAI menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan layanan KA Rajabasa sebagai transportasi publik yang inklusif dan berkeadilan di Sumatra.

“Melalui dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, KA Rajabasa akan terus berperan dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan pemerataan ekonomi, serta membuka lebih banyak peluang bagi pengembangan wisata daerah,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#rajabasa #KAI #Kereta Api