RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) Jember tengah menjajaki rencana pembukaan rute kereta api baru Banyuwangi–Bandung pulang pergi (PP).
Langkah ini menjadi upaya strategis KAI untuk membuka jalur transportasi langsung antara dua kawasan wisata unggulan Indonesia, yaitu Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa dan Bandung di Jawa Barat.
Menurut Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, rencana ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi jarak jauh yang efisien sekaligus menciptakan segmen wisata baru lintas provinsi.
“Rute baru itu diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan segmen wisata baru dari ujung timur Jawa hingga pusat wisata dan budaya Jawa Barat,” ujar Cahyo.
Saat ini, belum tersedia layanan kereta langsung dari Stasiun Ketapang di Banyuwangi menuju Stasiun Bandung, sehingga penumpang harus transit di Surabaya.
Dengan dibukanya rute baru ini, masyarakat akan memiliki pilihan perjalanan tanpa harus berpindah moda transportasi.
Bayangkan perjalanan dimulai dari Ketapang untuk menikmati matahari terbit di perairan Selat Bali, lalu menyusuri jalur selatan Jawa yang hijau dan penuh panorama alam, hingga akhirnya tiba di Bandung, kota sejuk yang dikenal dengan kreativitas dan budayanya.
Selain sektor wisata, jalur ini juga diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan konektivitas pendidikan, ekonomi, serta mobilitas pekerja dan pelajar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat.
Data KAI Daop 9 menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang pada periode 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Januari–Oktober 2024, total penumpang Daop 9 tercatat sebanyak 3.224.921 orang, sedangkan pada periode yang sama tahun 2025 meningkat menjadi 3.811.347 orang.
Peningkatan sebesar 18 persen ini menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang.
“Peningkatan itu menegaskan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang dan KAI menjawab peluang tersebut melalui inovasi layanan,” tambah Cahyo.
Kabupaten Banyuwangi dikenal dengan keindahan Kawah Ijen, Alas Purwo, pantai-pantai eksotis, dan kekayaan budaya lokal, sementara Bandung merupakan destinasi wisata alam, kuliner, pendidikan, dan fesyen kreatif.
Konektivitas langsung antara dua destinasi unggulan ini diyakini akan melahirkan segmen penumpang baru, terutama dari kalangan wisatawan domestik dan mancanegara, komunitas traveling, serta keluarga penikmat perjalanan panoramik.
Sebagai bagian dari tahap penjajakan, KAI Daop 9 melakukan survei minat publik terhadap rute Ketapang–Bandung.
Survei ini bertujuan memastikan bahwa layanan yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Masukan publik akan menjadi fondasi penting dalam perencanaan kami. Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui survei di tautan bit.ly/KAKetapangBandung,” jelas Cahyo.
Sebelumnya, rumor beroperasinya kereta api baru rute Banyuwangi-Bandung sempat berhembus di media sosial.
Kereta api yang bakal diberi nama Tangkuban Prau itu dirumorkan akan beroperasi pada Desember mendatang.
PT KAI juga sempat menyelenggarakan survei penambahan kereta api di jalur tersebut bersamaan dengan survei penambahan KA Ijen Ekspres yang kini melayani rute Banyuwangi-Malang yang berlangsung pada pertengahan 2023 lalu.
Namun, hingga kini masih belum diketahui secara pasti terkait realisasi penambahan rute kereta api rute Banyuwangi-Bandung tersebut.
Editor : Lugas Rumpakaadi