Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Blue Flame Ijen Padam! Kunjungan Wisatawan ke Banyuwangi Anjlok Drastis, Banyak Turis Kecewa

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 4 November 2025 | 13:45 WIB
Jumlah pengunjung Ijen tak seperti hari biasanya. Memasuki musim hujan dan faktor menghilangnya blue flame, jumlah wisatawan pada Minggu (2/11), hanya 333 orang.
Jumlah pengunjung Ijen tak seperti hari biasanya. Memasuki musim hujan dan faktor menghilangnya blue flame, jumlah wisatawan pada Minggu (2/11), hanya 333 orang.

RADARBANYUWANGI.ID - Dampak dari menghilangnya blue flame di sekitar kawah, pengunjung TWA  Ijen menurun drastis.

Pengunjung kecewa lantaran fenomena langka api biru tidak bisa dilihat lagi. Gara-garanya, akses menuju ”dapur belerang” ditutup sejak Sabtu dini hari (1/11).     

Jumlah pengunjung Ijen menurun tajam dalam dua pekan terakhir. Padahal, biasanya akhir pekan menjadi puncak kunjungan pendakian membeludak.

Dalam kondisi normal, pendakian ke Ijen bisa tembus 900 hingga pada akhir pekan biasa.

Menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke TWA Ijen disebabkan karena pada bulan Oktober dan November memasuki low season dibarengi juga meredupnya fenomena blue flame yang menjadi data tarik utamanya.

Data akhir pekan lalu menunjukkan penurunan signifikan. Pada Sabtu (1/11) jumlah pengunjung tercatat hanya 779 orang. Sedangkan pada Minggu (2/11), lebih anjlok lagi, hanya 333 wisatawan.

Padahal pada awal Oktober, tepatnya Sabtu (4/10), tiket pendakian Ijen mencapai 1.064 ludes terjual. Tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara.

Salah seorang  pemandu wisata TWA Ijen, Billy Jo Nugroho membenarkan kunjungan wisatawan ke Ijen sedang rendah. “Memang sekarang sedang low season, jadi pengunjung sedikit,” ujarnya.

Namun, Billy mengakui hilangnya blue flame juga berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke TWA Ijen yang semakin menurun.  “Ya banyak juga yang kecewa. Sudah sepi, tidak ada blue flame,’’ ungkapnya.

Billy menyebut kekecewaan bukan hanya dirasakan wisatawan, namun juga para pemandu.

“Yang jelas banyak yang kecewa dengan padamnya blue flame, baik wisatawan maupun pemandu  Ijen,” pungkasnya.

Pemandu wisata lainnya, Misbah, menegaskan faktor utama turunnya wisatawan di TWA Ijen adalah ekspektasi melihat fenomena blue flame  yang sekarang sudah tidak muncul lagi.

 “Wisatawan kan berekspetasi mau lihat blue flame mas, tapi setelah sampai Ijen ternyata tidak bisa lihat fenomena langka tersebut. Mungkin dari itu faktor kenapa turis sepi sekarang,” ujarnya. 

Kepala Resort TWA Kawah Ijen Sigit Hari Wibowo mengatakan, penurunan ini dipicu beberapa faktor. Untuk wisatawan lokal, penurunan disebabkan faktor cuaca.  

“Memasuki musim penghujan, biasanya orang enggan mendaki. Untuk wisatawan mancanegara, ini sudah masuk low season jadi pengunjung TWA Ijen sepi,” ujarnya.

Sigit mencontohkan, dinamika kunjungan mancanegara juga dipengaruhi program negara masing-masing dari para wisatawan TWA Ijen.

“Tahun ini wisatawan China membeludak karena ada program paket murah ke Indonesia. Padahal masa itu harusnya low season. Sedangkan wisatawan Eropa biasanya ramai saat high season Juli sampai September,” tambahnya.

Soal kabar menurunnya kunjungan karena hilangnya fenomena blue sejak Minggu (26/11), Sigit menilai tidak sepenuhnya menjadi sebab utama.  

“Menurut saya, pengaruh utama tetap musim penghujan. Hujan juga mempengaruhi kemunculan blue fire agar tidak maksimal,” jelasnya.

Seperti diberitakan, hilangnya blue fire juga dipengaruhi perawatan dan perbaikan pipa oleh PT Cabdi Ngrimbi di area dapur belerang, tepatnya di spot lokasi blue fire.

Proses perawatan berdampak pada tidak munculnya semburan api biru yang selama ini menjadi ikon utama Ijen. (cw6-M Ksatria Raya/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Blue Fire Menghilang #kawah ijen #turis kecewa #wisatawan anjlok #banyuwangi #blue flame